Amerika Menuding Malaysia Melakukan Perbudakan Modern

Salahsatu Penyiksaan TKI Asal Indonesia Yang Paling Akhir

Salahsatu Penyiksaan TKI Asal Indonesia Yang Paling Akhir

Malaysia masuk daftar negara yang secara tidak langsung mendukung perbudakan modern dan terancam tidak mendapat bantuan dari Negeri Paman Sam itu.

Di samping Malaysia, masih ada 16 negara yang masuk golongan ini, di antaranya Chad, Nigeria, Mauritania dan Zimbabwe yang dianggap sebagai pelanggar terberat, yaitu tidak berbuat apa-apa untuk menghentikan perdagangan manusia. Laporan Trafficking in Persons, ini diumumkan Rabu (17/6).

Dalam laporan itu disebutkan juga bahwa Kuba, Myanmar dan Korea Utara sudah menempati urutan terbawah dalam daftar itu sejak sembilan tahun lalu.

Menurut Deplu AS, jutaan manusia hidup dalam belenggu dan krisis finansial global membuat kondisi itu semakin rentan terjadi perdagangan manusia dan komersialisasi seks. “Orang-orang yang terjebak dalam kesulitan ekonomi, mudah tergiur iming-iming mendapat penghidupan lebih enak, akhirnya mereka terjebak dalam perdagangan manusia,” kata juru bicara Deplu, Luis de Baca.

Menurut data International Labour Organisation (ILO), sekitar 12,3 juta orang dewasa dan anak-anak terjebak dalam perbudakan, dan 1,4 juta di antaranya menjadi korban perdagangan seks. “Mereka dipekerjakan di perkebunan dan pabrik oleh pengusaha brutal yang mengancam akan melakukan kekerasan bila mereka mencoba kabur. Ada juga yang bekerja di rumah tangga, tetapi sejatinya mereka budak,” kata Menlu Hillary Clinton.

Tuduhan AS terhadap Malaysia itu mendapatkan bukti, ketika sejumlah perempuan Indonesia menjadi korban kekejaman para majikan di negara tetangga itu. Yang terakhir adalah Siti Hajar, warga Indonesia yang mengalami luka berat karena disiksa majikannya.

Atas tudingan itu, Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein, menyatakan pemerintahnya akan minta penjelasan dari AS. “Kami akan datang ke Kedubes AS, minta penjelasan mengapa negara kami masuk daftar itu lagi,” katanya.

Malaysia pernah masuk dalam daftar itu pada 2007, tetapi dicabut pada 2008. Hishammuddin mengatakan negaranya telah berbuat apa saja untuk menghentikan perdagangan manusia. “Tetapi ada keterbatasan, yaitu wilayah perbatasan negara kami yang begitu luas dan panjang,” kata Hishammuddin.
Bjm Post

Popularity: 1% [?]

Filed Under: Ruang Berita PolitikRuang Berita Terkini

Tags:

About the Author:

RSSComments (16)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. Dr Iman Firmansyah says:

    kalau gak mau terjadi seperti ini, pihak kita juga jangan tergiur kolusi
    jangan mengimpor TKI…IMPOR PRODUK INDONESIA
    coba pikir lebih bijak, apa bukan kita orang Indonesia yang justru malah mengakomodir ini semua

    ribuan kali saya didatangi TKI indonesia di dubai…PJTKI yang gak jelas…itu yang harus di cari solusi nya

    bagaimana gak banyak masalah akan TKI kita, ngomong aja atau berkomunikasi juga gak lancar dengan user nya

    Jangan hanya bisa menghujat, gak ada gunanya, tapi bersatu dan mencari solusi serta membangun bangsa ini…tidak hanya di Malaysia, ini juga terjadi di negara lain para pengguna jasa TKI Indonesia…

    THINK TO BE MORE REALISTIC…WAKE UP INDONESIA…WAKE UP…I care because We must care about our FRATERNITY

  2. waras says:

    Malaysia tuh tak ubah kotoran binatang!!!!
    kebanyakan yg disana tuh GAK ada OTAKNYA,
    irip kan ma binatang???

  3. allatief says:

    di mana nilai jihadnya berperang melawan malaysia,yg notabenya adalah penduduknya islam,akan kah kita menhisap darah saudara kita sendiri…..naujubilahimindzalik…..

  4. Hang_Jebat says:

    Salam semua,
    Saya ingin menegaskan bahawa laporan oleh kerajaan Amerika itu tidak tepat. Sebenarnya hanya segelintir kecil sahaja bilangan TKI yang bekerja di Malaysia tidak bernasib baik dan menerima layanan buruk dari majikan. Faktor utama adalah kerana TKI ini bekerja dengan majikan yang bukan dari keturunan yang serumpun dengan mereka. Untuk pengetahuan kalian semua, di Malaysia terdapat pelbagai kaum dan agama. Kebanyakan majikan yang melakukan penderaan ini tidak begitu memahami sosio budaya dan sensitiviti masyarakat Indonesia, begitu juga dengan ajaran agama Islam.

    Sebagai orang Malaysia, saya bersimpati dengan apa yang berlaku kepada TKI yang telah dianiaya oleh majikan yang tidak bertanggungjawab ini. Bagi saya, majikan seperti ini lebih layak digelar haiwan dan tinggal didalam zoo sahaja. Majikan seperti ini juga perlu dikenakan hukuman yang keras bersesuaian dengan apa yang telah mereka lakukan.

    Saya menganggap bahawa tindakan Amerika ini sebenarnya mempunyai niat tertentu, bertujuan mencetuskan huru-hara yang akhirnya membawa kepada keretakan hubungan di antara kerajaan Malaysia dan Indonesia. Sebelum ini hubungan Malaysia dan Indonesia tiada masalah sehinggalah berlakunya gerakan penentangan terhadap golongan ulamak dan pejuang Islam yang kebanyakan dari mereka ini dianggap sebagai pengganas.

    Jadi, saya amat berharap agar masyarakat Indonesia perlu lebih berhati-hati dengan berita dan juga laporan dari pihak Barat kerana ia berkemungkinan merupakan fitnah semata-mata bagi merosakkan hubungan serumpun yang telah terjalin sejak berabad-abad lamanya.

    Sekian.

  5. unlimitedtourism says:

    Gantian kalau ada orang Malaysia di sini kita culik bagaimanan?

  6. yusuf says:

    bner bngat tuh… malaysia g punya hati.. dasar wongedan…

  7. Mutiara says:

    Setuju Om Amerika, malaysia memang kuarang ajar :)

  8. Ical says:

    Keren. Malaysia gitu loh.

  9. MINH NGUYEN says:

    Sebagai seorang mempelajari bahasa Indonesia dan pernah sebagai penyiar di Radio National Vietnam seksi bahasa Indonesia, saya sangat gembira karena sudah ada banyak mahasiswa2 dlm university diVietnam yg mempelajari bahas Indonesia.
    Kalau ada kesempatan2 baik, saya kan memberikan sumbangan2 pribadi pada usaha ini.
    Diharapkan BAHASA INDONESIA terus memberikan pengaruh yg luas dalam kawasan dan ia akan menjadi alat yg baik untuk saling mengerti bagi penduduk2 di Asteng.

  10. judi says:

    wah bener bgt tuh..aroganisme melayu satu ini memang keterlaluan…

    Mohon Ijin untuk memperbanyak dan menyebarluaskan berita ini

    • mesin kasir says:

      silahkan kalau berkenan kutip atau kopas, trims kunjungannya

      • rafli farendra says:

        saya melihat pemerintahan malaysia arogan,pada hal kita bngsa yg serumpun seharusnya kita itu dekat dan akarab,mentang maju sedikit dari indonesia.memandang rendah indonesia,serta meremehkan ,pada hal kita mayo ritaas agama muslim,pesan saya pada malaysia kita jangan mau di adu domba oleh pihak lain yg ingin kehancuran di kedua negara

  11. mamas86 says:

    Hemmm Indonesia nggak masuk kan?

  12. buJaNG says:

    Indonesia ini negara yang besar, tapi kenapa saat rakyatnya merasa ditindas dinegeri tetangga pemerintahnya hanya diam saja?

  13. tukangndobos says:

    Hemmm sungguh miris melihatnya….

Leave a Reply

Switch to our mobile site

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.