Borneo Adventure
Barcode Scanner

Ruhut : Megawati Sepertinya Sedang Berkhayal

Ruhut Poltak Sitompul

Ruhut "Poltak" Sitompul

Fungsionaris Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, meminta kandidat presiden Megawati Soekarnoputri tidak curiga terhadap netralitas intelijen TNI dan Polri dalam pemilihan presiden.

Ruhut menambahkan kandidat presiden incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono, tidak pernah memanfaatkan intelijen dari kedua lembaga itu untuk kepentingan pribadi.  Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul menanggapi pernyataan capres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang mensinyalir adanya penggunaan intelijen di daerah menjelang pemilu. Ruhut mengatakan, apa yang diutarakan Mega, mungkin menggunakan perasaannya sebagai wanita dan pengalamannya sebagai capres incumbent pada Pemilu Presiden 2004 lalu.

“Mohon maaf, tidak ada maksud memojokkan Ibu Mega, biasanya orang curiga karena pernah melakukan hal itu manakala menjadi incumbent. Saya khawatir, jangan-jangan ibu ini lagi berkhayal atau apa, pada 2004 dia (Mega) melakukan begitu. Sekarang takut, jangan-jangan dia dibegituin,” kata Ruhut, seusai mengikuti jumpa pers survei Indonesia Development Monitor (IDM), di Jakarta, Senin (22/6).

Kecurigaan Megawati itu disampaikan ketika kampanye di Jawa Bara, kemarin. Dia curiga intelijen dimanfaatkan penguasa untuk mengawasi memata-matai konstelasi politik dalam masyarakat.

Ruhut mengatakan kecurigaan itu sama sekali tidak memiliki dasar karena satuan intelijen bekerja secara profesional dan independen. Apalagi, kata Ruhut, fungsi intelijen bukan untuk di bidang politik.

Mantan anggota tim kampanye SBY-Boediono ini mengatakan, Badan Intelijen Negara (BIN) sangat independen dan tidak ada kaitannya dengan pilpres. “Apalagi kalau di bawah, Kodam, kepolisian pasti punya intel, tapi bukan di bidang politik. Kalau sekarang Ibu Mega ada perasaan seperti itu (penggunaan intel), mungkin pada tahun 2004 pernah melakukan hal itu,” ujarnya.

Menurut Ruhut, jika SBY banyak didukung masyarakat, itu karena hasil kerja keras. Dia menyontohkan kemenangan SBY pada pemilu 2004. SBY bisa meraih 60 persen suara secara nasional pada pemilihan presiden, padahal Partai Demokrat yang mengusung SBY notabene partai baru yang hanya meraih 7 persen di pemilu legislatif.
Ruhut berharap, masing-masing tim capres berpikir positif atas pelaksanaan pemilu. “Mari, kita sama-sama berdoa saja,” kata Ruhut. (Swa Media)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita PolitikRuang Berita Terkini

Toko Barcode

Comment using your Facebook