Kisah Para PSK Yang Alih Profesi Jual Takjil Karena Libur Ramadhan
toko barcode | Aug 23, 2009 | Comments 18
Filed Under: Ruang Kutipan Penyegar Jiwa
About the Author:
toko barcode | Aug 23, 2009 | Comments 18
Meski sejumlah kafe dan tempat prostitusi ditutup selama puasa ramadan, namun para PSK tidak kehilangan akal. Untuk bertahan hidup dan bisa pulang kampung membawa oleh-oleh, mereka mengganti profesinya dengan menjual takjil.

Ramai ibu-ibu membeli takjil untuk berbuka puasa
Menu-menu takjil ini biasa dijual di Jalan KH Abdullah Sajad, Kabupaten Sumenep, Madura. Para PSK dan penyanyi kafe itu berbaur dengan penjual takjil lainnya sepanjang 1 kilo berjajar ke arah barat. Mereka dengan santainya melayani pembeli dan tidak tampak sebagai wanita penghibur dan pelayan lelaki hidung belang.
Pada umumnya, takjil yang dijual sama dengan ibu-ibu lainnya,mulai dari nasi, kolak, es kelapa muda dan lain-lain. Setiap porsi dijual Rp1.250 dan untuk rempeyek dipatok Rp 3 ribu per bungkus.
Meski kaget saat didatangi dan tak menyangka ada yang mengenalnya, namun mereka mengaku terpaksa berjualan takjil agar bisa memiliki uang untuk lebaran. Sebab, untuk melayani lelaki hidung belang perlu ekstra hati-hati.
“Terpaksa mas berjualan kayak gini, tamu sepi banget dan saya juga ketakutan tuk melayani mereka seperti sebelum bulan puasa. Tapi, kalau ada waktu dan kesempatan ya tetap dilayani,” ujar Nining di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Minggu (23/8/2009).
Wanita penghibur asal Kangean Sumenep ini menjelaskan, jika sejak bulan puasa pendapatan sebagai wanita pelayan lelaki hidung belang terjun bebas. Untuk memenuhi kebutuhan hidup selama bulan puasa dan lebaran harus bekerja keras.
“Yang penting dapat uang dulu lah, biar bisa lebaran di kampung halaman,” kata Nining terlihat malu-malu.
Sementara seorang penyanyi di salah satu kafe di Sumenep, Vivi (24) asal Malang mengaku belum bisa pulang kampung karena biaya untuk lebaran belum cukup.
“Kafe pada tutup mas, ya jualan takjil dulu,” ujar Vivi di Jalan KH Abdullah Sajad Sumenep.
Vivi mengaku hari pertama, dia mampu meraup keuntungan dari jual takjil tersebut hingga Rp 200 ribu. Meski masih tergolong kecil dibandingkan dengan menyanyi di kafe, tapi sudah terpaksa tidak ada pendapatan lain pada bulan Ramadan ini.
“Berapapun pendapatannya ya saya tekuni aja, moga mendapat berkah juga dari bulan Ramadan ini,” kata Vivi yang mempunyai julukan si tomboy ini.
Semoga saja mereka segera mendapat hidayah untuk selamanya meninggalkan pekerjaan mereka sebagai PSK bukan hanya selama bulan Ramadhan ini melainkan seterusnya. Amien
(detiksurabaya)
Popularity: 1% [?]
Filed Under: Ruang Kutipan Penyegar Jiwa
Tags: artikel • mutiara ramadhan • psk
About the Author:
Get the latest updates via email.
I'm sorry but I haven't had time to set up the email subscription feature yet ... try the RSS feed in the meantime.
Kmi d’sNi salut ats sdarx para PSK,tp kalo PSK smw pd sadar Z mw b0king d’mNa?
subhanalloh, salah satu berkah romadhon dpt mengurangi dosa besar semacam perzinahan.. smoga berkahnya awet sampe romadhon tahun depan..
luar biasa para PSK aku salut sama mereka, PSK juga manusia aku sangat menghargai mereka. semoga kalo memang ada kesempatan kerja lain semoga mereka bisa.
Perempuan yang bekerja sebagai PSK adalah juga manusia, bagian dan produk dari masyarakat. Memang ada yang menjadi PSK karena kelemahan pada sisi moral, tetapi lebih banyak lagi merupakan eksploitasi kriminal seperti traficking, tipu daya, dan sebagainya, yang pelakunya beroperasi sampai ke desa-desa. Persoalannya tak berdiri sendiri. Lebih tepat mencari penyebab di hulu masalah dan mengatasinya, bukan hanya menghakimi perempuan PSK yang pada hakekatnya juga adalah korban.
saya kok malah miris ya….
Aku doa’ kan Semoga saja mereka mendapat hidayah… dan Kita Yang merasa “benar” dapat beristiqomah…amin
jangankan takjil,harga diri aja bisa mereka jual.Kasihan hiks…
adukhh…ngeri gua.
mba..jgn kaiia gitu lagi yah…
gk malu ma 4jji yang sllu ngliat mba kalo lgii zina??
ada yang bsa mgubah kttpan 4jji..yaitu dgn doa.
mba gk tkut onya pnyakit lkamin yah??
ini adalh momen paling tept untuk mmbekali merka pngetahuan agama, agar mreka mmpu berfikir jernih untuk trus meninggalkan profesi sbgai wanita PSK, nah yang berperan pnting dlm hal ini adalh pmrintah dan tokoh agama stempat
Amiiin yah Allah mudah-mudahan pada sadar….
dibuat puasa aja terus
semoga hidayah itu terus menerangi hati kita semua
Ini adalah momen yang pas bagi pemerintah (Pemda, dinas sosial, perindag, UKM, Dinas pasar) dan pengusaha/Bank untuk mengalihkan profesinya mereka dari PSK menjadi terus sebagai pedagang. Jangan sampai setelah Romadhon mereka kembali menjadi PSK, sayang keajaiban Romadhon tidak diteruskan oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah dan pemilik uang agar membantu usaha ex PSK tsb supaya tetap menjadi pedagang. Membantu dalam permodalan, membantu lokasi usaha, membantu ketrampilan usaha (pelatihan-pelatihan) dan memberikan pendampingan. Ayo… Pemda lakukan hikma Romadhon ini bagi PSK.
Salam
Semoga mendapat petunjuk lebih lanjut. Amin
Saya berharap para PSK yang mau berprofesi jadi pedagang takjil ataupun lainnya, bukan sesuatu yang terpaksa, namun lebih dari sekedar keinsyafan sesaat. Saya doakan semoga dagangannya laris, bawa untung gede, sehingga bisa lanjut senang dengan profesi halal yang sekarang dan/atau selanjutnya. Semoga tak terpikirkan lagi untuk balik profesi.
inilah salah satu keistimewaan bulan Ramadhan.
minimal bisa mencegah maksiat selama satu bulan, semoga seterusnya mereka bisa bertaubat. Amien…….
[...] Kisah Para PSK Yang Alih Profesi Jual Takjil Karena Libur Ramadhan Meski sejumlah kafe dan tempat prostitusi ditutup selama puasa ramadan, namun para PSK tidak kehilangan akal. Untuk bertahan hidup dan bisa pulang kampung membawa oleh-oleh, mereka mengganti profesinya dengan menjual takjil. Menu-menu takjil ini biasa dijual di Jalan KH Abdullah Sajad, Kabupaten Sumenep, Madura. Para PSK dan penyanyi kafe itu berbaur dengan penjual takjil lainnya sepanjang [...] [...]
ammiiiinnnn………