Kenapa Koq Aparat Hanya Lakukan Operasi Pekat di Hotel Murahan?
Ruang Hati | Aug 27, 2009 | Comments 7
Kemarin gabungan dari aparat baik dari pihak kepolisian dan pihak keamanan yang terkait baru saja melakukan operasi Pekat (penyakit masyarakat) yang digelar secara intensif dalam rangka menjelang bulan suci Ramadhan. Beberapa hotel di wilayah Polwiltabes Surabaya digerebek aparat, dan hasilnya banyak ditemukan pasangan yang tidak terikat pernikahan sedang berduaan di kamar, ada beberapa yang bahkan sedang dalam keadaan bugil, diantaranya ada yang berstatus PNS seperti postingan sebelumnya.

Operasi Pekat Polisi di salah satu hotel short time di Surabaya kemarin (26/08) foto detik
Kebanyakan dari hotel-hotel yang digerebek adalah hotel kelas melati alias hotel papan bawah, sejauh ini sempat terpikir sebuah pertanyaan apakah yang berperilaku mesum dan asusila itu dominasi masyarakat kelas bawah saja? Apakah semakin tinggi strata ekonomi seseorang menjadikan orang lebih berbudi luhur?
Salah satu contoh lagi, hampir semua tempat hiburan yang kita kasih tanda kutip sebagai tempat hiburan abu abu maupun yang hitam putih, maksud saya kalau abu abu itu tidak jelas, mungkin dalihnya pusat kebugaran, atau spa refleksi tapi ternyata didalamnya ada layanan pijat plus, kalau yang hitam putih sudah jelas seperti lokalisasi pada bulan suci ini semuanya tutup alias diharamkan buka, tapi apakah prakteknya demikian ya mungkin 90 % demikian namun masih ada beberapa tempat yang berani buka karena ijin mereka salon perawatan dan juga executive spa, mereka masih buka dengan bebas tidak tersentuh peraturan itu. Padahal kenyataannya didalamnya juga sangat berpotensi terjadi hal asusila. Dan di beberapa situs forum masih kita temui thread yang menjelaskan pengakuan mereka bahwa di tempat tersebut ternyata bisa plus plus juga, nah loh . Mungkin tempat tersebut punya bekingan yang kuat kali yah kok bisa punya pengeculaian.

pasangan ini masih belia, duh puasa mas.... (foto detik sby)
Kembali kemasalah kenapa hanya hotel kelas bawah saja yang dijaring dalam operasi pekat setiap tahunnya? Seringkali bila hal ini kita tanyakan pada aparat maka jawabannya klasik , bila hotel hotel kelas atas dilakukan operasi semacam ini maka dikuatirkan akan mengganggu iklim pariwisata juga iklim investasi karena kebanyakan hotel hotel bintang tiga keatas juga merupakan jaringan hotel Internasional.
Wah dengan kata lain tetap bisa dong hal hal mesum terjadi disana? ya pasti bisa saja karena hotel kelas atas kebanyakan malah memfilter tamu dengan alasan keamanan atau terorisme bukan alasan asusila, karena wilayah tersebut lebih dianggap mengganggu privasi seseorang apalagi itu tamu sebuah hotel, lantas dengan kata lain berarti privasi kalangan ekonomi kelas bawah bisa diganggu dong. Mungkin iya jawabannya.
Bersyukurlah kalau begitu jadi kalangan kelas bawah karena suka tidak suka kita diharuskan patuh pada norma dan aturan dan yang jelas kalo nggak mau resiko berarti kita terlepas dari dosa. Sementara yang kelas atas punya banyak keleluasaan dengan power of money nya sehingga mampu membeli yang dilarang menjadi boleh, namun apakah Tuahn bisa dibeli agar kita terbebas dari dosa?
Berita Terkait :
Popularity: 1% [?]
Filed Under: Ruang Hatiku
About the Author:











di hotel mewah kagak ada duid… ato emang karena hotel murah udah di claim buat yggitu2 kali ya
klo razia dihotel mewah…,takut ama…orang-orang penting….yng suka check in..di hotel….
Hotel Mewah mbayar pajak tepat waktu sih
lumayan, ada tambahan setoran buat THR.
Mauliatema di haroromu dohot saronna,unang bosan lau ro tu son musengan.Songon majolo. Horas Medan
Tabea… Selamat Baku Dapa n Salam kenal Dari Manado. Artikel Anda cukup bagus. Aku suka itu. Silahkan tukeran link, logo & banner. Thanks,-
Yang jelas..hotel murahan dekingnya kalee… kalo Hotel mewah,,dekingnya kuuuuaat… Kaleeeeee..