Borneo Adventure
Barcode Scanner

Meriah Idul Fitri di China di Bekas Wilayah Kerusuhan Ethnis Xinjiang

Puluhan juta umat Muslim di China turut merayakan Idul Fitri 1430 Hijriah, Senin 21 September 2009. Pada Senin pagi, para umat Muslim dari berbagai kelompok etnik di Kawasan Otonomi Xinjiang dan Ningxia Hui serta di tempat-tempat lain melaksanakan ibadah Shalat Ied.

Warga sambut lebaran Idul Fitri di Cina

Warga sambut lebaran Idul Fitri di Cina dengan kesenian khas setempat di wilayah bekas konfik antar ethnis

Laman stasiun televisi CCTV mengungkapkan bahwa usai Shalat Ied di mesjid-mesjid, para umat Muslim di Urumqi – ibukota provinsi Xinjiang – berkumpul di suatu lapangan luas untuk menghadiri bazar khusus perayaan Idul Fitri. Di sana, mereka bernyanyi dan berdansa sesuai dengan adat setempat.

“Ramadan merupakan bulan yang paling suci dan agung dalam setahun. Maka, sesibuk apapun, saya tetap berusaha merayakan berakhirnya bulan suci ini,” kata Aziz, warga Urumqi berusia 32 tahun.
Situasi di Urumqi sendiri perlahan-lahan mulai stabil setelah porak-poranda akibat kerusuhan antara etnis Han dan umat Muslim Uighur 5 Juli lalu. Kerusuhan itu menewaskan 197 orang dan melukai lebih dari 1.700 warga.

Mulai pulihnya situasi di Urumqi pada Hari Idul Fitri diakui oleh seorang warga setempat. “Saya kini menerima penghasilan dua kali lipat dari hari-hari biasa,” kata warga bernama Maiwutigang, yang mengelola sebuah restoran di Urumqi. “Para warga tampak tak mau repot-repot memasak, sehingga banyak diantara mereka memilih makan di restoran pada hari raya,” lanjut Maiwutigang.

Suasana Shalat Ied Ul Fitr di Kota Kashgar

Suasana Shalat Ied Ul Fitr di Kota Kashgar

Ayixiren, seorang Muslim dari etnis Kirgiz di Urumqi telah menyiapkan berbagai hidangan khas sejak tiga hari lalu untuk merayakan Lebaran. Perempuan itu juga melakukan ritual khas etnis Kirgiz, Minggu malam, untuk menghormati para leluhur.

“Saya berharap perayaan Lebaran kali ini bisa memupus perasaan-perasaan yang tak enak akibat kerusuhan Juli lalu sehingga masyarakat bisa menikmati kembali stabilitas dan kemakmuran,” kata Ayixiren.

Menurut laman Shanghai Daily, populasi di Xinjiang berjumlah lebih dari 21 juta jiwa. Lebih dari setengah populasi beragam Islam yang terdiri dari sepuluh kelompok etnis. (Vivanews)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Terkini

Toko Barcode

Comment using your Facebook