Mukjizat Allah Menyelamatkan Mereka Dari Sapuan Longsor Gempa di Pariaman

Salah seorang korban yang selamat, sedang menggendong bayinya yang baru berumur 45 hari di tenda pengungsian Kampung Paneh Larih Nan Panjang, Pariaman, Minggu (4/10). Warda Desa Gunung Tigo ini selamat dari longsor yang diakibatkan gempa, Rabu (30/9) lalu. FOTO : Yusuf Hidayat/Batam Pos

Salah seorang korban yang selamat, sedang menggendong bayinya yang baru berumur 45 hari di tenda pengungsian Kampung Paneh Larih Nan Panjang, Pariaman, Minggu (4/10). Warda Desa Gunung Tigo ini selamat dari longsor yang diakibatkan gempa, Rabu (30/9) lalu. FOTO : Yusuf Hidayat/Batam Pos

Ketika alam murka, Tuhan berkehendak. Jika memang Tuhan belum menghendaki, apa pun yang terjadi pada alam, tidak akan memberikan celaka kepada manusia, penghuni bumi. Betapa kuasa Tuhan, tatkala bencana datang ditunjukkan kepada keluarga Labai Ayuih, warga Tandikek yang hampir seluruh kampung terpendam tanah lonsgsor. Namun, tanah lonsgsor  tidak menutup rumah Labai, melainkan hanya melewati kiri dan kanan rumahnya. Sementara rumah di bawahnya, kesemuanya disapu longsoran tanah.

Tak henti-hentinya Labai Ayuih berucap syukur. Tak henti-hentinya pula, pria berusia 56 tahun ini bersujud dan beristighfar. Ia mengaku tidak percaya dengan kejadian alam yang dilihat dan dirasakannya. “Tuhan telah menampakkan Kuasa-Nya kepada keluarga kami,” kata Labai ketika didatangi wartawan JPNN di Padang, Senin kemarin.

Labai memang patut bersyukur. Keluarganya telah diselamatkan dari maut, ketika sanak, saudara dan tetangga-tetangganya se kampung Sumanak habis terkubur hidup-hidp oleh longosoran tanah lereng Gunun Tigo. Korong SUmanak, merupakan salah satu korong yang kini sudah terkubur. Korong ini terkubur habis bersama sekitar 60 warga yang menghuninya.

Letak Korong Sumanak berada di Kecamatan Patamuan, Kenagarian, Tandikek. Hanya sekitar dua kilometer dari pasar Tandikek. Atau sekitar 10 kilometer dari Simpang Kotomambang. Dusun Sumanak sendiri persis berada di Pinggang Gunung Tigo. Dibawah dusun ini mengalir sungai Batang Sumanak. Pada hari-hari biasa, air sungai ini mengalir dengan tenang. Airnya bening dan sejuk. Namun, tatkala hujan mengguyur bukit Tigo, sungai ini tak jarang mengganas. Seperti tak mengenal ampun, menyapu siapa saja yang menjadi penghalangnya.

Sejumlah pengendara sepeda motor terhambat di lokasi longsor Silaing Bawah, Padang Panjang, Sumatra Barat, Jumat (2/10), untuk melewati jalan penghubung Padang-Bukit Tingi yang masih dalam perbaikan pascagempa Rabu (30/9) lalu. (ANTARA/Evy R. Syamsir)

Sejumlah pengendara sepeda motor terhambat di lokasi longsor Silaing Bawah, Padang Panjang, Sumatra Barat, Jumat (2/10), untuk melewati jalan penghubung Padang-Bukit Tingi yang masih dalam perbaikan pascagempa Rabu (30/9) lalu. (ANTARA/Evy R. Syamsir)

Disinilah kampung yang hijau, nan elok itu berada. Disitu pula keluarga Labai Ayuih bersama enam anaknya hidup rukun dan damai. Ketika gempa mengguncang, labai bersama seluruh keluarganya sedang bercengekerama di dalam rumahnya yang semi permanen. Hanya anak salah seorang anaknya Riki yang sedang berada di luar rumah. Ia sedang buang air besar. “Tak biasanya Riki buang air besar sore-sore begini, ” kata Labai mengisahkan.

Tak seberapa lama kemudian gempa mengguncang. Labai sadar kalau rumahnya sedang diguncang gempa. Ia pun berteriak, meminta seluruh anggota keluarganya keluar rumah. “Beberapa saat kemudian suara gemuruh datang dari atas. Kami tak tahu, apa yang sedang terjadi,” ujarnya. Sepuluh menit kemudian, suara gemuruh itu semakin keras. “Dan alamak, tanah bercampur lumpur bergerak kencang menuju ke bawah. Semuanya serba cepat kejadiannya,” Kata Labai.

Disela-sela keheranannya, tanah berlumpur ini mengalir ke bawah. Anehnya, tanah itu tidak mengubur rumah Labai, juga keluarganya. Melainkan, tanah itu mengarir di samping kiri dan kanan rumahnya yang sebenarnya hanya sederhana. Kemudian menyapu rumah-rumah warga di sekelilingnya. Sambil berupaya menyelematkan diri, Labai yang masih menggendong M Riki, tiga tahun, terus beristighfar.

Suara gemuruh tanah longsor begitu keras. Sehingga teriakan warga sekitar yang memintah tolong pun tak terdengar. ” Awak langsung ambiak Riki, sudah tuh balindung di luar rumah. (Saya langsung ambil Riki, dan berlindung di luar rumah ),” kata Labai. Semuanya tak berlangsung lama. Ketika suara gemuruh menghilang, Labai pun keluar dari persembunyian. Ia takjub, senang karena keluarganya selamat semua. Namun ia sedih, sanak, saudara dan kerabatnya satu kampung hilang tak bersisa. Kamungnya yang asri itu, sudah berubah menjadi padang lumpur.

“Aku sedih karena kampung nan dicinta telah hilang. Hanya hamparan lumpur dan tanah yang nampak. Sedangkan rumah-rumah sudah tidak ada lagi,” tandasnya. Semua tetangganya habis. “Mereka terkubur di sana,” kata Labai sembari menunjukkan bukit lumpur yang terbentuk hanya beberapa saat sebelumnya.Sebuah Mushola yang biasa ia gunakan bersembahyang ikut terukubur lumpur. ” Biasonyo, kalau ka sembahyang , hanya ado imam do awak, tu babarapo padusi. (Biasanya hanya ada imam, saya dan beberapa jemaah perempuan shalat di mushola itu,” Kata Labai.

Kini Labai beserta enam anaknya hidup sendirian di dusun Sumanak. Karena itu, kendati rumah Labai masih utuh ia berencana tak akan menempati rumah yang telah menyelematkannya itu. Kini, Labai mengungsi di kerabatnya di kampung Paneh, beberapa kilometer dari kamupun Sumanak. “Aku tak mau hidup sendirian. Mungkin hari ini saya selamat, tetapi kalau ada bencana lagi apa kami masih akan diberi selamat. Kami akan pindah ke tempat yang lebih aman,” kata Labai menuturkan.

Tentang rumahnya yang ajaib, karena bisa terhindar dari timbunan tanah dan lumpur Labai tak mau banyak berkomentar. Ia dengan bijak mengatakan, “Semua itu atas kehendakNya. Kami tak bisa merekayasa, karena itu terjadi dengan sendirinya. Sampai sekarang, saya masih terus berucap syukur, karena kelurga kami dilepaskan dari kemurkaan alam yang dahsyat.”

Ia juga mengaku tak merasakan firasat apa pun sebelum peristiwa itu. “Yang ganjil cuma Riki, yang tiba-tiba minta buang air besar. Padahal, ia tak pernah buang air besar di sore hari seperti itu. Selebihnya, kami tidak merasakan firasat apa pun,” ujarnya. (JPNN/Antara)

Popularity: 2% [?]

Filed Under: Ruang Berita Terkini

Tags:

About the Author:

RSSComments (20)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. surya says:

    introspeksi diri, lihat ke belakang apa yang telah kita lakukan sehingga musibah ini datang..? ada kah kita telah berbuat sesuatu yang tidak sepatutnya kita lakukan sebagai seorang hamba…? tanamkan satu keazaman… kita berantas segala kezaliman dan kemaksiatan di Padang Kota Tercinta…

  2. awaluddin says:

    Ingat kata D’Masiv…
    Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah…
    bla..bla..bla..
    Jangan menyerah, jangan menyerah…aaa…a.aaa…aa

  3. sadar bang,insyaf!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. ujang says:

    semoga kita semua bisa mengambil hikmah yang ALLAH berikan banyak2 mengucapkan astapirullah al-azim

  5. nur says:

    assalamualaikum. saya dari malaysia. saya sangat sedih dengan apa yang terjadi di padang. saya asal keturunan minang sebelah bapa. saya tak tau cakap minang, tapi arwah nenek dan arwah atuk, serta sedara mara memang fasih berbahasa minang kerana mereka minang 100%, saya cuma 50% saja. sejak kahwin saya katakan pada suami saya yang bukan bangsa melayu, saya terlalu ingin melawat padang. tiap kali lalu agensi pelancongan dan lihat poster padang, hati terlalu rindu untuk ke sana. saya katakan pada suami, saya ingin melihat tempat asal usul saya. jadi, apa yang berlaku amat amat mengoyak hati saya. kisah keluarga ibu di atas ini yang selamat dari bencana alam dahsyat ini juga amat menginsafkan saya.

  6. anne says:

    subhanallah…

  7. agenhernusyi says:

    ما شآء الله كان وما لم يشأ لم يكن
    Itulah keagungan dan kekuasaan Allah. Semoga yang selamat semakin meningkat keimanan dan ibadahnya kepada Sang Penyelamatnya, yang meninggal dunia diterima di sisi Yang Maha Kuasa dengan penerimaan yang baik. Amiin.

    Admin http://agenhernusyi.wordpress.com

  8. zenrif says:

    Ya Allah berilah juga kajiban pada hati nurani setiap bangsa agar menyadari kelemahan
    Berilah keajiban pada para DPR untuk berbagi hasil pelantikannya
    Berilah keajiban pada pemimpin negara agar sebagian dana pelantikan presiden dibagikan pada mereka
    Amin

  9. omiyan says:

    Allah telah menunjukkan kepada kita untuk selalu bersyukur

  10. Boneth says:

    “Semua itu atas kehendakNya. Kami tak bisa merekayasa, karena itu terjadi dengan sendirinya. Sampai sekarang, saya masih terus berucap syukur, karena kelurga kami dilepaskan dari kemurkaan alam yang dahsyat.”

    sebuah sikap yg sangat baik menurut saya..

    mdh2an alam tak pernah lagi murka..
    itu selalu saya bawa dlm doa..

  11. saderina says:

    subhanallah,,, semua itu rahasia Allah SWT…

  12. KangBoed says:

    SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTT

    WASPADALAAAAAAAAH dan Berhati hatilah.. Bangkit dan Sadarilah.. segera melangkah dalam Taubatan Nasuha.. menemukan diri sebenar diri.. bergandengan tangan lahir dan bathin.. hidup Eling dalam kesadaran dan waspada dalam setiap langkah serta mengambil hikmah dalam kehidupan.. hayooooo.. bergandengan tangan bersama.. menemukan ketenangan JIWA.. JIWA JIWA yang MERDEKA
    Salam Sayang Selalu

  13. KangBoed says:

    Tiada bosan bosannya mengajak sahabatku untuk melangkah….

    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  14. KangBoed says:

    ruaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrr biasaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  15. KangBoed says:

    Subhanalllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah..

  16. elmoudy says:

    semoga warga Sumbar bisa tabah n diberi kekuatan oleh Allah
    semuanya sudah suratan takdir…
    hanya doa n tawakkal yg bisa diajlani

  17. [...] – Mukjizat Allah Menyelamatkan Mereka Dari Sapuan Longsor Gempa di Pariaman [...]

  18. mahardhika says:

    Subahanallah….
    pastinya mereka akan makin sangat menghargai hidup setelah kejadian itu…
    segala puji bagi Allah yg mah besar dan maha berkehendak….

Leave a Reply

Switch to our mobile site

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.