Borneo Adventure
Barcode Scanner

Seorang Dosen Tewas Saat Akan Pijat di Sebuah Panti Pijat Plus

Menjamurnya Panti Pijat saat ini, ditenggarai sebagian besar hanya sebagai kedok pelacuran terselubung

Menjamurnya Panti Pijat saat ini, ditenggarai sebagian besar hanya sebagai kedok pelacuran terselubung

Seorang pria asal Sikka, NTT, ditemukan meninggal dalam salah satu panti pijat tradisional  (Panti Pijat Kalimantan) di kawasan Ruko Darmo Park Blok V, Minggu (8/11) malam. Sesuai KTP, Amatus Woi (51) adalah guru atau dosen. Korban meninggal usai minum obat sesaat setelah dadanya terasa sesak. Waktu itu, korban sedang dipijat oleh pemijat bernama Mariana. Begitu dada korban sesak, ia langsung keluar kamar. Tapi karena tak kunjung kembali, Mariana menyusul dan kaget melihat Amatus yang hanya memakai kaos dalam dan celana pendek warna putih itu tergeletak tak sadarkan diri di sofa depan. Di kompleks pertokoan darmo Park ini memang lumayan banyak terdapat panti pijat yang sebagian besar menawarkan jasa plus alias esek-esek. Sudah sangat populer di Surabaya kompleks pertokoan Darmo Park-1 sebagai tempat plus-plus baik yang berkedok panti pijat ataupun salon perawatan tradisional atau lebih dikenal dengan sebutan Pitrad. Korban masuk ke panti pijat sekitar pukul 17.15 WIB. Begitu masuk panti pijet, korban meminta paket yang 95 menit atau 1,5 jam dengan tarif Rp 65 ribu, ketika prosesi pijat sudah separuh jalan si Dosen meminum obat kuat, lalu kejadian deh.
Tak lama, dari mulut korban keluar busa. Melihat tamunya tergeletak dan keluar busa putih di mulutnya, Mariana pun melapor ke pemilik pitrad dan kemudian meneruskannya ke kantor polisi. Sayang, belum sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa Amatus sudah tak tertolong. Petugas Polsek Sawahan, Polres Surabaya Selatan dan Polwiltabes Surabaya mendatangi lokasi. “Dari hasil olah TKP dan identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” tukas Kapolsek Sawahan, AKP Sih Widodo.

Dugaan sementara, korban meninggal karena panyakit sesak nafas yang dialaminya. Untuk memastikannya, tubuh korban dibawa ke kamar jenazah RSU dr. Seotomo untuk diotopsi. “Mulut korban memang mengeluarkan busa. Tetapi apakah itu karena keracunan ataukah overdosis, kami masih belum bisa memastikannya,” kata Sih.

Di sekitar sofa, polisi menemukan 6 sisa pil berwarna merah muda. Pil itu tak bermerek dan bungkusnya polos. “Kami masih memeriksanya lagi dan mencari tahu pil itu pil apa,” katanya. (Vivanews)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Suka Suka

Toko Barcode

Comment using your Facebook