Gaji Istri Lebih Besar dari Suami, Bagaimana Sebaiknya Bersikap?
Ruang Hati | Nov 12, 2009 | Comments 30
Sebenarnya, bukan barang baru jika sekarang ini ditemukan situasi dimana karier istri lebih melesat dibandingkan suami. Jenjang pendidikan perempuan yang cukup tinggi otomatis berimbas pada posisi yang lebih nyaman dan cukup penting dalam lingkungan kerjanya. Menurut Henny E. Wirawan, seorang psikolog dari Universitas Tarumanegara Jakarta, karier dan penghasilan istri yang lebih besar seharusnya tidak menjadi sebuah masalah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pasangan suami istri agar tidak menuai konflik saat hal itu terjadi.
1. Ubah pola pikir
Selama ini pola pikir dalam masyarakat cenderung menempatkan wanita dalam wilayah domestik yang bertanggung jawab terhadap urusan pengasuhan anak dan dapur. Sementara lelaki berperan sebagai pencari nafkah dan tulang punggung keluarga. Nah, konflik akan muncul bila yang terjadi justru sebaliknya.
Gambaran di atas sebenarnya salah kaprah. Di era modern seperti sekarang ini, kata tulang punggung menjadi sangat penting buat kaum lelaki. Padahal peran suami tak bisa berjalan baik tanpa dukungan sang istri.
Oleh sebab itu, suami jangan langsung merasa tertekan saat mengetahui istrinya membawa lebih banyak uang ke rumah. Sebaliknya, syukuri keadaan ini sebagai sebuah berkah. Sebab, pemasukan yang lebih besar berarti kualitas hidup pun jadi lebih baik.
Tanggung jawab dan kelangsungan rumah tangga tidak berada dalam satu tangan (suami-red). Hal itu merupakan tanggung jawab bersama. “Konflik muncul karena pola pikir yang salah. Sebenarnya segala sesuatu itu berpusat pada kognisi (pemikiran) kita. Bila masing-masing pasangan mau lebih mengerti, konflik pasti bisa dihindari,” tutur Henny.
2. Pandai menempatkan diri
Pengertian yang dicapai akan membuat segalanya lebih mudah. Selain itu suami-istri harus bisa menempatkan dirinya dengan baik. Semisal, di luar rumah istri berprofesi sebagai seorang direktur. Tapi, ketika kembali ke rumah ia harus ingat perannya sebagai seorang istri.
“Ini yang seringkali terlupakan. Seorang istri jangan sampai membawa kebiasaannya di kantor ke rumah. Ketika kembali ke rumah, ia harus kembali pula pada perannya sebagai pendamping suami,” ungkap Henny.
Hal serupa juga berlaku ketika suami masuk ke lingkup pergaulan istrinya. “Saat ada acara di kantor istri, suami tidak boleh merasa minder. Ia harus bisa menempatkan diri sebagai seorang suami dari atasan kantor istrinya. Tak perlu berpikir negatif tentang hal lainnya. Demikian pula sebaliknya,” lanjut Henny.
3. Berbagi tanggung jawab
Karier istri semakin cemerlang dengan promosi yang baru didapatkannya tahun ini. Ini juga berarti tuntutan tanggung jawab yang lebih besar di kantornya. Konsekuensinya, waktu untuk keluarga pun jadi berkurang. Lalu, siapa yang bertugas mengurus rumah dan anak-anak? Untuk masalah satu ini, pasangan suami istri harus memutuskannya berdasar apa yang terbaik untuk anak-anak. Lupakan dulu ego masing-masing!

Bila suami pekerja freelance, usahakan agar pekerjaan tersebut bisa dilakukan di rumah. Suami bisa tinggal di rumah sementara istri bekerja. Bagi pekerjaan rumah tangga, mulai mengantar anak sekolah, membersihkan rumah hingga berbelanja kebutuhan rumah. Dengan demikian, anak-anak dan urusan rumah tetap terjaga. Istri pun tak perlu merasa bersalah saat harus meninggalkan rumah untuk bekerja.
Hilangkan pemikiran bahwa tinggal di rumah sama dengan tidak bekerja. “Hilangkan konsep masa lalu bahwa stay at home berarti tidak melakukan apa-apa. Jangan pernah menganggap remeh pekerjaan rumah tangga. Sebab itu adalah pekerjaan yang sangat berat, semuanya dilakukan sejak matahari terbit hingga tenggelam. Pekerjaan rumah tangga itu sangat bernilai tinggi. Tak ada salahnya dengan menjadi bapak rumah tangga, kok.”
4. Pengaturan finansial
Saat posisi pekerjaan berada dalam satu level, pengaturan masalah keuangan mungkin tak ada masalah. Tapi, kadangkala konflik muncul ketika gaji istri lebih besar. Tak jarang istri yang merasa penghasilannya lebih besar merasa punya kuasa lebih dalam mengatur keuangan. Nah, hal inilah yang biasanya membuat suami mudah tersinggung.
Untuk mengatasi masalah ini, Henny menyarankan agar masing-masing pasangan membuat pengaturan finansial yang lebih fleksibel. Artinya, aturan ini merupakan hasil kesepakatan bersama. Misalnya, penghasilan keduanya disatukan baru kemudian dibagi sesuai dengan pos-pos pengeluaran yang telah ditentukan.
Bagaimana pun cara pengaturannya sebenarnya tidak menjadi masalah. Yang penting adalah kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi dengan baik. Selama hal itu tidak membuat salah satunya merasa tidak nyaman. Jangan sampai muncul pemikiran, bahwa gaji lebih besar berarti kekuasaan jadi tak berbatas.
Kadangkala membiarkan suami membuat keputusan penting dalam rumah tangga merupakan tindakan yang bijak. Biarkan suami tetap menjalankan fungsinya sebagai kepala rumah tangga.
5. Abaikan saja
Karier istri yang lebih cemerlang dari suami, tak jarang menimbulkan suara sumbang dari lingkungan. Lingkungan di sini bisa berarti lingkungan keluarga maupun lingkungan pekerjaan. Apalagi bila suami ternyata lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.
Tak mudah memang menghadapi situasi seperti itu. Namun akan lebih baik bila pasangan suami istri melihat kembali pada tujuan yang ingin dicapai. Semua kerja keras yang dilakukan semata-mata demi keutuhan rumah tangga. Abaikan saja suara-suara sumbang yang menganggap apa yang Anda jalani bertentangan dengan tradisi. Jadikan cobaan ini sebagai ujian agar ikatan pernikahan jadi lebih kuat.
Bagaimana dengan Anda ?
Sumber: Nova
Berita Terkait :
Popularity: 2% [?]
Filed Under: Ruang Berita Suka Suka
Tags: artikel • hiburan • hubungan • info • informasi • lain-lain • pria • rumah tangga • suami istri • umum • wanita
About the Author:











Di dalam rumah tangga sering kali kita menemukan ganjalan mengenai rejeki yang kita hasilkan bersama (mengenai penghasilan suami & istri). Padahal setiap kita memutuskan untuk menjalin suatu pernikahan, berarti kita sudah menyetujui komitmen dan aturan perkawinan di dalamnya, bahwa rezeki yang kita hasilkan setelah menjadi suami istri adalah rezeki yang harus kita kelola bersama. Tapi pada kenyataannya, beberapa orang istri-istri terdahulu mengatakan bahwa ”Uang suami adalah uang istri, tapi uang istri… adalah uang istri”, ini adalah pendapat keliru.. yang jika kita megusutnya sampai kemanapun, pendapat ini tetaplah keliru .
Berikut ini saya sampaikan sedikit petikan hadist mengenai hal ini untuk anda para istri muslimah;
“Seorang istri tidaklah boleh keluar rumah kecuali dengan izin suaminya, walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya dan untuk kebutuhan yang lain (bekerja) di dalam membantu suaminya.. serta untuk keperluan menjalankan Shalat di masjid.
Jika sang sang istri mengingkari hal ini, berarti dia telah berbuat NUSYUZ (maksiat) di hadapan ALLAH, serta pantas mendapatkan hukuman”. (Majmul AL-Fatawa, 32/281).
“Ridho ALLAH adalah Ridho suami yang mengizinkan seorang istri yang membantu suami (bekerja) demi kehidupan rumah tangganya”. (HR. Al-bukhari no.5224 dan Muslim no.2182).
Pengertiannya disini adalah, bahwa anda para istri boleh memilih tinggal di rumah ataukah tetap bekerja?, sebab jika anda memilih bekerja “demi membangun sebuah ego”, maka sangatlah wajar jika suami anda menyuruh anda tinggal di rumah dengan segala kekurangan yg suami anda hasilkan untuk keluarganya. Dan ini di benarkan.
Kita semua tau… di zaman sekarang ini, semuanya sudah serba lebih maju jika di bandingkan dulu. Kita melihat banyak wanita karier lebih meningkat kariernya di bandingkan pria…, tapi perlu di ingat bahwa derajat seorang istri tetaplah berada setingkat di bawah suami walau dunia ini akan berakhir jutaan tahun lagi.
Demikian mohon di fahami.
Salam.
“Ini yang seringkali terlupakan. Seorang istri jangan sampai membawa kebiasaannya di kantor ke rumah. Ketika kembali ke rumah, ia harus kembali pula pada perannya sebagai pendamping suami,” ungkap Henny.
sepakat banget dengan kata2 mbak/ibu Henny. Ga masalah sih, sebesar apa jarak perbedaan pekerjaan suami atau istri, asal ketika sudah kembali kerumah peran dan fungsi sebagai suami atau istri tidak dilupakan..hehe
)
(sotoy, padahal belum nikah..
Saat sekarang kalau gaji istri lebih besar kan wajar saja asal sama-sama mempunyai saling pengertian.toh duitnya juga untuk bersama
Mau..mau…
Sikap biasa aja tidur sama
Doooh
galak amet.. tapi enda pake alamat yaaa.. ya udah saya pulang aja.. dadaaahhh..
Kalau buat saya, tugas istri itu adalah dirumah, gaji istri akan diberi dari nafkah yang diberi suami, jadi gak ada disfungsi kalau gini, laki laki dan perempuan diciptakan dengan fungsi yang berbeda beda
jadi wahai perempuan pulanglah kerumah, berkarierlah dirumah dan gaji akan diberikan oleh suami… as simple as that.
*curhat ya De*
aduh mbak, kalo udah terlanjur berkarir diluar rumah, punya prospek n gaji yang ‘indah’ gimana dong mbak? apalagi suami mendukung. masa harus kembali kerumah juga?
Kalo masalah karir.. takut istrinya berubah fikiran…
Tapi kalo istrinya tinggi bersar, takut dicekik..
Salam ngeblog dan persahabatan..
Aku blm pny istri, tp trmksh ilmunya mbak.. Salam n mdh2n brmnfaat..
jadi pingin punya gaji besar
Secara psikologis (*pandangan umum) memang berat buat suami..
namun selama komitmen kebersamaan sdh kokoh ! gak masalah..
karena dg pondasi Iman masing2 yg kuat .. apalah artinya keduniawian ini.., dibanding indahnya kasih sayang dalam dua pribadi yg satu.
Salam.
content yang bagus
ASLI MEMANG BESAR BESAR
Pokoknya Besaaaarrrr daaah
sekali cekek lehernya mati tu lakinya hahaha
Dadaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
Iya ya Kang…. Besaaar…..
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Wah…. Disyukuri aja.
Wanita juga berhak untuk mengembangkan diri, kok.
cucian deh loeeeeeeeee keduluan
Akhirnya dapat juga
pertamaaaaaaaaaaaaaaaxxzz
saya yang pertamaaaaaaaaaaaaaaxxzz
waaaaaaaaakakakakakkkk
Kaduaaaaaaaaaaaaaxxzz
kacugaaaaaaaaaxxzz..
Cewenya tinggi tinggi beneran
ka opaaaaxxxzz di tewak aki aki
Kelimaaaaaaaaaaaaaxxzz
dengan suksesssssssssss
KangBoeeeeeeeed……udah akh………
bunda ngambek lagi sama KangBoed………
salam.