Borneo Adventure
Barcode Scanner

Sembilan Partai Calonkan KD (Krisdayanti) Jadi Wakil Bupati Pacitan

Bagi orang awam akan sangat sulit menebak apa sebenarnya maksud dari para politisi ini mencari sensasi atau main-main dengan amanah rakyat. Sepertinya pemerintahan negeri ini sedang bermain-main bila orang yang ada di dalamnya punya pola pikir seperti ini. Dikutip ruanghati.com dari Warta Kota menyebutkan bahwa para politisi dari 9 Partai Politik yang ada di Kabupaten Pacitan berencana mengusung artis penyanyi yang baru saja menuai banyak kritikan karena ulahnya berciuman di depan umum, siapa lagi kalau bukan KD alias Krisdayanti.

Belum reda konroversi masalah ciuman KD-dan Raul, Kini KD Diusung jadi  calon Wakil Bupati Pacitan

Belum reda konroversi masalah ciuman KD-dan Raul, Kini KD Diusung jadi calon Wakil Bupati Pacitan

Yang lebih konyol lagi ke 9 partai yang terdiri dari Partai Hanura, PKPB, PDP, Partai Gerindra, PAN, PKPI, PNI Marhaen, Patriot dan PBB tersebut memiliki dasar pencalonan KD adalah karena merena nilai sosok KD sangat kontoversi dan menurut mereka ini bisa diprediksi bakal mendongkrak jumlah perolehan suara.

Menurut Sutikno (Forum Koalisi 9 Partai), akhirnya koalisi sembilan partai memutuskan untuk mengusung nama lain. Dalam rapat muncul dua nama yakni Krisdayanti dan Desy Ratnasari. Menurut dia, pihaknya sengaja mengambil dua artis tersebut karena keduanya masuk sebagai sosok yang kontroversial.
Sutikno berdalih, semakin kontroversial sosok yang diusung maka akan terbuka peluang untuk mendulang suara. “Yang kontroversi justru yang naik. Seperti KD yang kontroversial, itu malah naik, bagus untuk meraih suara,” dalihnya. (Warta Kota-Surya)

Sebelumnya artis hot ibukota  Yulia Rahmawati alias Julia Perez (Jupe) sempat masuk nominasi, namun ditengah jalan mundur dari bursa pencalonan. Bayangkan saja mau jadi apa bila sosok pemimpin sebuah daerah dipilih bukan berdasarkan kemampuan ataupun sosok panutan yang memiliki perilaku teladan bagi masyarakat. Mungkin bukan Salah KD, Jupe atau Desi Ratnasari, tapi yang tidak habis pikir bagaimana jalan pikiran para politisi ini dalam memilik sosok pemimpin masyarakat, politisi partai dan anggota dewan merupakan perwakilan dari rakyat, hakekatnya mereka bisa menyuarakan hati nurani rakyat, bukan kepentingan kelompok mereka.

Benar-benar tidak habis pikir, apakah mereka tidak menyadari konsekuensi tanggung jawab yang bakal mereka rasakan dengan mengambil sebuah keputusan yang tidak tepat. Mungkin hal ini bisa menjadi cerminan kita semua, betapa buruknya fungsi penyalur aspirasi rakyat melalui legislasi wakil rakyat yang tidak berjalan sebagai mana mestinya.

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Politik

Toko Barcode

Comment using your Facebook