Borneo Adventure
Barcode Scanner

Phobia Teroris, Orang Berpose di Depan Hotel Ritz Carlton Ditangkap

Mungkin yang terbesit di benak 3 orang pemuda bernama Nukul, Rosyid, dan Chaerudin adalah ingin mengabadikan foto mereka di sebuah obyek yang pernah menjadi fokus berita bukan hanya nasional bahkan berita dunia yaitu Hotel Ritz Carton yang beberapa waktu silam menjadi obyek serangan bom sebuah kelompok teroris. Tapi lain lagi pandangan aparat keamanan hotel yang mungkin sangat sensitif dengan gerak gerik mencurigakan, maklum hebatnya ledakan bom bisa jadi masih ternyiang-ngiyang dalam benak mereka.

Hotel Ritz Carlton, phobia rasa aman akan serangan teroris masih terasa sangat kental mewarnai aparat

Hotel Ritz Carlton, phobia rasa aman akan serangan teroris masih terasa sangat kental mewarnai aparat

Dikutip ruanghati.com dari Warta Kota menceritakan kronologis penangkapan 3 pemuda yang apes tersebut, peristiwa penangkapan terjadi Minggu tanggal 15 Agustus saat ketiganya melintasi hotel Ritz Carlton dengan menumpang sebuah taksi usai mengikuti kegiatan di ibukota Jakarta, ketiganya berasal dari beberapa daerah yang berlainan. Nukul dan Rosyid tercatat beralamat di Desa Tengger, Tuban, Jawa Timur. Sedangkan Chaerudin tercatat tinggal di Desa Nanggung, Bogor, Jawa Barat.

Tindakan mereka mengambil foto di depan hotel yang pernah di ledakan pada tanggal 9 Juli 2009 tahun lalu membuat pihal keamanan hotel was-was dan curiga, hingga merasa perlu mengamankan 3 orang pemuda ini, dan membawanya ke Polsek terdekat untuk dimintai keterangan lebih lanjut, tak cukup hanya Polsek, ketiganya akhirnya dibawa hingga ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan ketiganya merupakan jaringan teroris.

Namun karena aparat kepolisian tak cukup bukti, akhirnya ketiganya dilepaskan. Kejadian tersebut menurut pihak kepolisian dianggap wajar, “Saya kira nggak apa-apa, maklum lokasi itu pernah menjadi tempat yang diledakan oleh kelompok teroris, jadi satpam itu curiga berlebihan. Tapi menurut saya ya nggak apa-apa,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar, Selasa (17/8) siang.

Satu lagi bukti bahwa kita masih belum merdeka dari rasa ketakutan bagi aparat keamanan yang sangat berlebihan dalam mengamankan, dan kemerdekaan berekspresi bagi ke-3 pemuda yang merasa sebagai warga negara berhak mendapatkan kebebasan bergerak dan berbuat sebatas kewajaran. Bagaimana menurut Anda?

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Terkini

Toko Barcode

Comment using your Facebook