Borneo Adventure
Barcode Scanner

Hasil Puslabfor, Kematian 3 Perakit Sukhoi Karena Minum Oplosan Spirtus

Penyebab kematian tiga perakit pesawat tempur Sukhoi asal Rusia, masing-masing Alexander Poltorak Meksandre, Voronin Sergei, dan Viktor Sapanov, sudah diketahui. Berdasarkan hasil penelitian Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri terhadap organ tubuh seperti hati, paru-paru, otak dan cairan lambung tiga teknisi tersebut, diketahui ketiganya meninggal karena gagal napas akibat keracunan spiritus (methanol).

Beberapa jenis Vodka Asal Rusia memiliki kemiripan yang hampir sama dengan senyawa spirtus (Methanol)

Beberapa jenis Vodka Asal Rusia memiliki kemiripan yang hampir sama dengan senyawa spirtus (Methanol)

Lantas, dari mana bahan methanol atau spiritus itu diperoleh para perakit Sukhoi asal Rusia itu? Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Iskandar Hasan, spiritus atau methanol yang diduga dicampurkan dengan minuman keras yang diminum Sergei Cs kemungkinannya berasal dari pembersih kaca pesawat.

“Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa mereka (Sergei cs, red) tinggal di lokasi Lanud sejak datang. Mereka tidak keluar mess karena memang mereka melakukan perakitan di sana. Kemungkinannya, minuman dan campurannya dibawa dari sana (Rusia),” jelas Iskandar di Mabes Polri Jl Trunojoyo Jakarta Selatan, Rabu 15 September. Iskandar mengaku mendapat laporan adanya cairan pembersih kaca yang terdiri atas campuran spiritus ditemukan di TKP. Namun ia belum bisa memastikan, apakah cairan spiritus yang diminum itu juga berasal dari cairan semprotan kaca.

Hasil penyelidikan tim Puslabfor Polri itu, tambahnya, akan secepatnya disampaikan ke Rusia, negara asal ketiga perakit Sukhoi tersebut. “Karena tiga teknisi itu adalah WNA, maka hasil penyelidikan akan disampaikan ke negara asal mereka. Nanti, perusahaan tempat mereka bekerja yang akan menyampaikannya kepada pihak keluarga,” kata pengganti Irjen Pol Edward Aritonang ini.

Salah satu Tim Sukhoi Russia Saat Bertemu dengan Para Petinggi TNI AU di Lanud Makassar

Salah satu Tim Sukhoi Russia Saat Bertemu dengan Para Petinggi TNI AU di Lanud Makassar

Sebelummya, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Mabes Polri Brigjen Pol Musaddeq Ishak menegaskan, dalam organ tubuh Sergei Cs, ditemukan bahan berbahaya methanol atau spiritus. “Dari hasil pemeriksaan texiologi, ditemukan methanol atau spiritus di seluruh organ tubuh ketiga jenazah. Kami menyimpulkan kalau penyebab kematian tiga teknisi ini karena keracunan methanol atau spiritus,” ungkap Musaddeq.

Hasil pemeriksaan uji forensik, imbuhnya, juga menunjukkan bahwa kematian tiga teknisi Sukhoi yang sedang melakukan perakitan pesawat tempur itu di Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin 13 September, tidak bersamaan waktunya. “Yang pertama (tewas) adalah Alexander dan terakhir Viktor,” sebut Musaddeq. Secara rinci Musaddeq menjelaskan, ada lima poin penting terkait hasil uji forensik yang dilakukan pihaknya terhadap ketiga perakit Sukhoi tersebut. Pertama, lambung dan ginjal dipastikan mengandung spiritus atau methanol.

“Dalam tubuh korban ditemukan satu persen methanol. Padahal satu miligram methanol dalam darah sangat berbahaya. Perbandingan methanol dengan etanol adalah dua berbanding satu. Untuk racun yang lain, masih diperiksa,” ungkapnya. Kedua, ditemukan tanda kekurangan oksigen di seluruh organ tubuh ketiga jenazah warga Rusia tersebut. “Penyebab kematian ketiga teknisi itu karena keracunan methanol yang sifatnya sangat toxic (beracun) pada tubuh dan menekan saraf pusat sehingga terjadi gagal napas,” sebutnya.

Ketiga, para teknisi itu diduga tidak keluar dari mess karena sedang merakit Sukhoi. Tim juga menemukan sedikitnya 20 jenis obat di tempat kejadian perkara (TKP), yang 16 di antaranya berbentuk padat. Ada juga obat untuk membersihkan kaca. “Obat-obatan itu mungkin dibawa dari Rusia. Kita masih periksa seperti apa kandungannya,” jelas Musaddeq. Keempat, methanol yang menyebar di organ tubuh bisa berarti diminum oleh korban. Kelima, kedua orang teknisi lain yang sudah sembuh secara klinis, mengidap gejala yang sama, namun sebatas mual dan muntah. “Itu berarti kadar methanol dalam darah mereka hanya sedikit,” ucap Musaddeq.

Mengenai asal-muasal cairan kimia (methanol atau spiritus) itu, Musaddeq mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan. “Terkadang orang yang sudah kecanduan minuman keras akan mencampur alkohol dengan cairan-cairan lain. Kurang nendang, sehingga mereka menambah dengan mencampur sendiri,” ujarnya. Padahal, imbuhnya, methanol itu sangat toksik. Sebab, begitu methanol tertelan, sangat sulit dikeluarkan melalui keringat dan kencing. “Jika diminum dengan komposisi 15-30 mililiter dapat menyebabkan kebutaan. Dia atas 30 mililiter, akan menyebabkan kematian,” jelasnya
Ref: Harian Fajar

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Terkini

Toko Barcode

Comment using your Facebook