Borneo Adventure
Barcode Scanner

Waspada!! Air Zam-Zam Oplosan (Palsu) Beredar, Dicampur Air Biasa

Para jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia tampaknya mesti waspada kalau mau membawa pulang air zam-zam sebagai oleh-oleh. Sebab, sudah banyak air zam-zam palsu dalam kemasan beredar di Arab Saudi. Situs berita Arab News hari ini melaporkan air zam-zam palsu itu merupakan campuran antara air zam-zam asli dan air biasa. Air ini banyak dijajakan para imigran gelap dan warga Saudi sendiri. Para penjual zam-zam palsu ini kucing-kucingan dengan aparat keamanan negara itu.

Ada saja pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan untuk mencari keuntungan sendiri walau dengan menipu jemaah haji dan umroh

Ada saja pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan untuk mencari keuntungan sendiri walau dengan menipu jemaah haji dan umroh

Air zam-zam palsu ini tidak hanya beredar di jalan tol yang menghubungkan Kota Makkah dan Jeddah. Tapi juga banyak pedagang air suci palsu ini di sekitar Masjid Al-Haram, Makkah, dan Masjid Nabawi, Madinah. Ini merupakan dua masjid suci bagi umat Islam. Penjualan zam-zam palsu ini berlangsung 24 jam. Di sekitar Masjid Al-Haram, perdagangan zam-zam oplosan ini berpusat di kawasan Al- Ghazzah.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah pendatang dari Afrika, Bangladesh, dan Burma mengisi penuh air zam-zam dalam galon-galon. Lantas galon yang masih kosong dicampur dengan air biasa dan ditambahkan dengan sedikit air zam-zam. Pengoplosan ini berlangsung di daerah Kudai.

Air zam-zam palsu ini dijual dalam tiga ukuran kemasan. Botol besar 15 riyal, botol sedang 10 riyal, dan botol kecil 5 riyal. Saban hari para pedagang zam-zam oplosan ini memperoleh penghasilan lebih dari 400 riyal dan melonjak menjadi 600 riyal tiap akhir pekan.

Kalangan muslim menganggap air zam-zam sebagai air suci dan bahkan bisa mengobati penyakit. Air yang sumurnya tidak pernah kering sejak zaman Nabi Ibrahim itu selalu menjadi oleh-oleh wajib bagi yang beribadah haji atau umrah ke Arab Saudi. Air zam-zam ini tidak diekspor untuk kepentingan bisnis.

Air Zam-Zam Tercemar Dibantah Pemerintah Arab Saudi

Sementara itu pemerintah Arab Saudi telah membantah pernyataan bahwa air Zam Zam –yang berasal dari mata air didalam kompleks Masjidil Haram Mekah tercemar dan menegaskan tak ada ancaman kesehatan pada air suci itu. Dewan Pimpinan Urusan Dua Tempat Suci mengatakan di dalam satu pernyataan, Sabtu (7/5), dewan tersebut tak menerima laporan yang menyatakan ada masalah dengan air Zam Zam, yang aman untuk diminum.

Menurut ajaran Islam, mata air itu tak pernah kering selama 4.000 tahun dan banyak peziarah memperlakukan air tersebut sebagai air suci dan memiliki keajaiban dalam penyembuhan. Media Inggris pekan lalu melaporkan sumur tersebut tercemar dan meminum air Zam Zam dapat menimbulkan penyakit seperti kanker. Itu bukan pertama kali ada upaya untuk menjelek-jelekkan air Zam Zam. Pada waktu lalu pernah beredar berita bahwa air Zam Zam bisa membuat orang yang meminumnya terserang radang paru-paru.

Sementara itu, Kedutaan Besar Arab Saudi di London mengeluarkan pernyataan yang menegaskan air Zam Zam tak tercemar dan penelitian di berbagai laboratorium Eropa pada Maret mengkonfirmasi air tersebut aman untuk diminum. Raja Abdulah pada September lalu meresmikan proyek bernilai US$187 juta yang mampu mengisi 200.000 botol per hari di Mekah.

Peziarah di Masjidil Haram dapat meminum air Zam Zam dari ratusan keran yang tersedia di mana-mana. Pemerintah Arab Saudi telah melarang ekspor komersial air tersebut. Umat Muslim percaya air Zam Zam mengalir ke luar dari dalam tanah untuk memberi Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim dan putranya yang masih bayi, Nabi Islamil, di bawah sengatan terik Matahari di lembah kering Mekah pada waktu itu. Allah SWT telah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk meninggalkan mereka di sana.

Dalam usahanya –yang sia-sia– untuk mencari air buat bayinya, Siti Hajar berlari tujuh kali di antara bukit batu Shafa dan Marwa sampai ia melihat air mengalir ke luar di antara kedua kaki bayinya. Salah satu bagian dari Ibadah Haji, dan Umrah, umat Muslim melakukan apa yang disebut Sa’i –yang berjalan dan berlari kecil di antara Shafa dan Marwa– untuk mengenang usaha Siti Hajar untuk mencari air.

(Sumber 1)
(Sumber 2)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: FeaturedRuang Kesehatan

Toko Barcode

Comment using your Facebook