Borneo Adventure
Barcode Scanner

Pengumuman Unas, Dari Konvoi Coret-Coret Sampai Siswi Topless

Budaya coret-coretan hingga merayakan kelulusan dengan hura hura bahkan berbuat asusila menandakan arah pendidikan nasional yang dibangun pemerintah masih belum berorientasi membangun moral bangsa ini dengan benar, melainkan hanya formalitas dan hanya mengutamakan materi semata. Budaya hura-hura dan hedonisme yang ada saat pengumuman kelulusan dari tahun ke tahun tidak pernah surut bahkan semakin menjadi.

Sadar diambil gambarnya siswi topless inipun memalingkan muka dan menutupi bagian dadanya dari jepretan kamera wartawan

Sadar diambil gambarnya siswi topless inipun memalingkan muka dan menutupi bagian dadanya dari jepretan kamera wartawan

Anggota Komisi D DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, secara tidak sengaja berpapasan dengan salah seorang siswi peserta konvoi kelulusan tingkat SMA sederajat di Jalan Raya Tlanakan. Siswi itu kedapatan sedang membuka baju seragamnya sambil mengendarai sebuah motor matik berwarna merah.

Bagian dada gadis ini pun terlihat jelas meski ditutupi dengan sehelai baju dalam. Juhaini, anggota Komisi D DPRD Pamekasan, langsung mengambil gambar siswi tersebut. Namun, karena menyadari ada mobil pelat merah yang mengambil gambar, siswi tersebut langsung menutup wajah dan tubuh bagian depan dengan rambutnya yang sebahu.

“Perayaan kelulusan semacam itu sungguh keterlaluan dan sudah menodai citra Kabupaten Pamekasan sebagai kabupaten yang memiliki slogan Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam),” ujarnya saat ditemui sejumlah wartawan di kediamannya.

Menurut dia, identitas siswa itu kemungkinan bisa dilacak sebab pelat nomor motor yang dikendarai jelas sekali dalam gambar yang diambilnya. “Prediksi saya, itu siswi dari sekolah swasta dan saya akan melacak pelat nomor itu agar ketahuan siapa yang bersangkutan,” ujarnya. Jika memang nantinya identitas siswi tersebut betul-betul diketahui, pihaknya akan menekan kepada Dinas Pendidikan Pamekasan dan sekolah yang bersangkutan agar ijazahnya ditahan.

Budaya coret coretan dalam meluapkan kegembiraan susah dihilangkan dari tahun ke tahun

Budaya coret coretan dalam meluapkan kegembiraan susah dihilangkan dari tahun ke tahun

Sementara itu, terkait dengan adanya motor pelat merah yang juga dibuat konvoi kelulusan oleh para siswa, politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga melihat langsung hal itu. “Saya heran kepada orangtua siswa tersebut kenapa motor dinas, kok, dipakai anaknya sampai ikut konvoi?” ungkapnya.

Ia berjanji segera memanggil Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan terkait aksi konvoi berlebihan yang dilakukan ribuan siswa di Pamekasan. Karena, menurut dia, yang bertanggung jawab mengatur mereka adalah dua instansi pemerintah tersebut. (Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Featured

Toko Barcode

Comment using your Facebook