Borneo Adventure
Barcode Scanner

Nestapa Darsem, Lepas dari Pancung Sampai Kampung Suami Kawin Lagi

Hati siapa tak luka, ketika pergi mengadu nasib ke tanah Arab Saudi, suami yang berada di negeri sendiri ternyata memilih kawin lagi dengan perempuan lain. Itulah nestapa yang dirasakan Darsem binti Dawud Tawar, tenaga kerja wanita asal Dusun Trumtum, Desa Patimbang, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

"Saya tahu dia kawin lagi saat saya di penjara Al Malas," kata Darsem

"Saya tahu dia kawin lagi saat saya di penjara Al Malas," kata Darsem

“Saya tahu dia kawin lagi saat saya di penjara Al Malas,” kata Darsem kepada Tribunnews.com di Subang yang dikutip ruanghati.com, Kamis (14/7/2011). Rasa sakit itu cukup menorehkan luka mendalam. Mengingat Sanudin, suami Darsem diketahui mengawini perempuan lain dari kampung asalnya, Junti, Kabupaten Indramayu.

“Selama di sana, saya hanya sekali mengontak suami. Itupun dari telepon majikan saya. Orangtua di rumah yang kasih tahu suami saya kawin lagi,” cerita Darsem. Namun kisah sedih itu mulai dilupakan. Bahkan, Ia berkelakar, Safiin ganteng menuruni wajah ayahnya. Anaknya ini ditinggalkan Darsem ke Arab Saudi saat berusia sembilan bulan.

Rasa sakit itu cukup menorehkan luka mendalam. Mengingat Sanudin, suami Darsem diketahui mengawini perempuan lain dari kampung asalnya

Rasa sakit itu cukup menorehkan luka mendalam. Mengingat Sanudin, suami Darsem diketahui mengawini perempuan lain dari kampung asalnya

Darsem adalah TKI asal Subang yang sempat hampir dihukum pancung atas kasus membunuh seorang pria yang merupakan saudara majikannya pada Desember 2007. Pembunuhan itu dilakukan Darsem sebagai upaya membela diri karena pria itu hendak memerkosanya. Keluarga korban yang merupakan warga negara Yaman bersedia memaafkan Darsem dengan bayaran diyat sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar.

Darsem dibebaskan dari hukum pancung setelah pemerintah membayar diyat kepada keluarga korban dan melakukan lobi kepada Pemerintah Arab Saudi untuk membebaskan dari hukum publik. Keluarga korban yang merupakan warga negara Yaman bersedia memaafkan Darsem dengan bayaran diyat sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar.

Darsem dibebaskan dari hukum pancung setelah pemerintah membayar diyat kepada keluarga korban dan melakukan lobi kepada Pemerintah Arab Saudi untuk membebaskan dari hukum publik. (Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Featured

Toko Barcode

Comment using your Facebook