Borneo Adventure
Barcode Scanner

Saat-Saat Terakhir Saipul Jamil Melepas Istri Tercinta Virginia di Depan Batu Nisan

Sabtu (3/9/2011), di Tempat Pemakaman Umum Baros, Kota Cimahi, keranda jenazah yang mengangkut almarhumah Virginia Anggraeni (21) digotong keluar dari mobil ambulan. Diiringi shalawat nabi yang dibacakan keluarga, kerabat, dan masyarakat yang ikut melayat, jenazah almarhumah digotong menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Langit yang kala itu mendung seakan ikut berduka melepas kepergian almarhumah.

Duka mendalam Saipul Jamil Melepas kepergian Virginia Anggraeni sang istri tercinta

Duka mendalam Saipul Jamil Melepas kepergian Virginia Anggraeni sang istri tercinta

Di sisi tempat peristirahatan terakhir almarhumah, derai air mata menetes membasahi pipi Ati Sudiarti, ibunda almarhumah, ketika menyaksikan putrinya dibenamkan ke liang lahat di hadapannya. Begitu pun dengan ayah almarhumah, Rudi Hardianto, yang tegar berdiri dengan mata berkaca-kaca sambil menahan istrinya untuk tidak terjatuh ketika menangis dan meratapi kepergian anak kesayangannya.

Berat sekali cobaan yang dirasakannya, namun inilah takdir Tuhan padanya

Berat sekali cobaan yang dirasakannya, namun inilah takdir Tuhan padanya

tak pernah terpikir olehku
tak sedikit pun ku menyangka
kau akan pergi tinggalkan ku sendiri

begitu sulit ku menyangkal
begitu sakit ku rasakan
kau akan pergi tinggalkan ku sendiri

di bawah batu nisan kini kau tlah sandarkan
kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup ini terjadi
karna ku sangat cinta

Saipul Jamil, suami almarhumah, mengumandangkan azan yang mengantarkan istrinya berbaring di tempat peristirahatan terakhirnya. Setelah itu, dia hanya bisa berdiri lemas di pinggir pusaran istrinya. Bibir Saipul Jamil tidak pernah berhenti bergerak membacakan doa untuk almarhumah Virginia, istri tercintanya.

Seusai istrinya dimakamkan, Saipul Jamil dan keluarganya enggan meninggalkan tempat peristirahatan terakhir Virginia. Mereka terus membacakan doa untuk Virginia. Setelah anggota keluarganya dan masyarakat yang ikut melayat mengingatkan mereka untuk tetap tabah dan bersabar, barulah semua keluarga Virginia meninggalkan area pemakaman, itu pun dengan langkah yang berat. Saipul dan ibunda almarhumah sampai dipapah oleh keluarganya karena tidak kuat menahan rasa duka. Ibunda almarhumah bahkan sampai pingsan dan dibopong ke tempat yang aman.

“Virginia ini pendiam dan baik hati. Dia ini anak bungsu yang paling saya sayangi, lebih daripada kakak-kakaknya. Dulu kami pernah naik kereta api bersama. Dia sangat senang dan semangat kalau diajak naik kereta api. Sekarang saya pasti akan sangat merindukannya,” (Rudi Hardianto Ayah Virginia)

“Akhirnya saya harus percaya kalau Virginia memang sudah meninggal. Dia adalah seorang anak yang baik, soleh, dan sangat menurut kepada kedua orang tuanya. Walaupun umur kami hampir sama, dia memiliki sifat yang jauh lebih dewasa. Almarhumah memiliki pemikiran yang luas dan memiliki banyak sekali teman,” (Sasha Sahabat Virginia)

Berkali-kali Saipul Jamil menampakkan wajah yang tegar dengan linangan air mata. Di pemakaman pun dia berucap kepada para kerabat Virginia untuk memaafkan kesalahan mendiang istrinya itu dan berterima kasih kepada warga yang telah membantu proses pemakaman Virginia. (Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Suka Suka

Toko Barcode

Comment using your Facebook