Borneo Adventure
Barcode Scanner

Ku Pinang Kau Dengan Bismillah!! Antara Cinta, Balas Budi dan Pengorbanan

Sebuah sinetron keluarga bertema percintaan, ‘Ku Pinang Kau dengan Bismillah’ akan tayang perdana di stasiun SCTV yang bekerjasama dengan Screenplay Productions pada 12 September 2011 mendatang pukul 19.00 WIB. Sinetron ini mengambil 4 lokasi syuting yaitu Jakarta, Turki, Situbondo dan Yogyakarta dan dimainkan oleh sederet pemain muda berbakat antara lain Dimas Anggara, Natasha Rizky, Poppy Bunga, Richard Kevin dan Ramzi.

Kupinang Kau Dengan Bismillah Dimas Anggara, Natasha Rizky, Sutradara Iqbal Rais, Ramzi, dan Popy Bunga (ki-ka)

Kupinang Kau Dengan Bismillah Dimas Anggara, Natasha Rizky, Sutradara Iqbal Rais, Ramzi, dan Popy Bunga (ki-ka)

Plot sinetron yang ditulis Sekar Ayu Asmara dan disutradarai oleh Iqbal Rais tersebut dimulai adanya pertemuan dua anak manusia berkebangsaan Indonesia yang secara kebetulan bertemu di Istambul, Turki. Amar (diperankan oleh Dimas Anggara) adalah santri soleh asal Situbondo yang mendapatkan beasiswa untuk memperdalam Agama Islam di Kota Istambul, sedangkan Nirvana adalah seorang designer glamour yang kebetulan tengah berlibur di Turki.

Diantara permasalahan yang ada, timbul sebuah konflik batin yang dialami oleh Amar yang selalu mendapatkan masukan dan saran dari teman sekamarnya Nordin (diperankan Ramzi) yang menafsirkan Islam secara sempit dan cenderung fundamental. Satu masalah cukup berat harus dialami Amar. Gus Mujo, penjamin dan pemberi beasiswa kepada Amar tengah tertimpa musibah. Anak perempuannya, Fitria (diperankan Poppy Bunga) mengalami nasib naas dan trauma pasca menjadi korban pemerkosaan oleh beberapa berandal secara bergantian. Untuk menutupi aib tersebut, Gus Mujo memutuskan untuk menikahkan anaknya dengan Amar.

“Kisahnya kita buat sedemikian unik dan menarik, dimana kisah seorang ustad jatuh cinta, apa yang akan ditunjukkan dan bagaimana mengungkapkan. Dan benang merahnya lebih pada cinta saja yang dibahas, dan itu universal. Dimana sekeras-kerasnya hati laki-laki yang lebih keras dari batu, sekuat baja, tapi pada akhirnya akan rapuh juga oleh adanya cinta dan setangkai mawar,” ungkap Iqbal Rais, sang sutradara saat ditemui Tribunnews, Kamis (8/9/2011) malam.

Diakui Iqbal, seluruh cerita dan skenario sinetron ini adalah ide murni dan tidak berdasarkan novel. Syuting di Turki memakan waktu 13 hari. “Jadi sebuah cinta yang dibalut dengan religi. Dan Islam tidak hanya sebagai agama yang keras dan kaku. Akan tetapi Islam itu indah, cinta dan damai,” ujar Iqbal.

Ketika disinggung mengenai pemilihan Kota Istambul, Turki menjadi salah satu tempat lokasi syuting, Iqbal mengatakan bahwa Kota Istanbul Turki terbilang menarik dan banyak memiliki peninggalan Islam yang kental. “Awalnya bayangan di Mesir, namun saat itu Mesir sedang bergejolak. Ya akhirnya kita ambil Turki. Selain itu ada ponpes yang kerjasama dengan Turki, filsafatnya dan Turki merupakan peradapan yang unik dimana tempat yang mempertemukan Asia dan Eropa,” kata Iqbal. (Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Suka Suka

Toko Barcode

Comment using your Facebook