Borneo Adventure
Barcode Scanner

Video Apatis,18 Orang Biarkan Balita Korban Tabrak Lari Sekarat

Apatis itulah kata yang tepat bagi 18 warga yang melintas dijalan sampang pasar saat membiarkan balita yang tertabrak sebuah mobil tergeletak dipinggir jalan begitu saja. Entah apa yang ada di benar warga Provinsi Guangdong, China. Mereka tega membiarkan seorang bayi berusia dua tahun tergeletak bersimbah darah di tengah jalan. Banyak di antara warga setempat hanya melintas santai dan melaluinya begitu saja. Padahal balita perempuan malang itu baru saja ditabrak dua mobil dan butuh pertolongan segera.

Balita sekarat dibiarkan dipinggir jalan

Peristiwa tragis ini terekam kamera pengawas dan disiarkan oleh stasiun televisi Guandong Selatan (TVS) serta dilansir kantor berita Xinhua, Senin 17 Oktober 2011. Tak pelak, rekaman itu menuai kecaman dan dikutuk masyarakat dan media China. Mereka menyatakan kejadian ini merupakan bukti ambruknya moral masyarakat Negeri Tirai Bambu.

Balita sekarat dibiarkan dipinggir jalan

Dalam rekaman tersebut terlihat balita itu ditabrak lari oleh sebuah van berwarna putih di jalan seberang pasar di kota Foshan, Guangdong, pada 13 Oktober lalu. Dengan tubuh berlumuran darah, gadis malang itu terkapar tak berdaya di aspal. Terlihat pada rekaman, puluhan orang yang lalu lalang di sekelilingnya, baik bersepeda maupun berjalan kaki, hanya melihat tak acuh, melengos, dan berlalu begitu saja. Tak satupun dari mereka tergerak menolong.

Balita sekarat dibiarkan dipinggir jalan

Gara-gara ketidakpedulian yang luar biasa itu, derita sang balita bertambah berat. Sebuah van kembali menabraknya dan lagi-lagi tancap gas. Beruntung, ada seorang pemulung tua yang menyelamatkan gadis itu dan menyerahkannya ke ibunya. Gadis kecil yang tidak disebutkan namanya tersebut berada dalam keadaan koma. Nyawanya bergantung pada alat penopang kehidupan di sebuah rumah sakit militer. Polisi mengatakan kedua pengemudi van telah ditahan. Namun itu tak menyurutkan amarah publik China, yang berang melihat begitu rendahnya empati warga Foshan.

Balita sekarat dibiarkan dipinggir jalan

Kemarahan publik ditumpahkan di media massa maupun berbagai forum di Internet. Mereka mempertanyakan ke mana moral bangsa China yang sempat mereka bangga-banggakan dulu. “Masyarakat kita sakit. Bahkan kucing dan anjing tidak pantas diperlakukan seperti itu,” ujar salah seorang pengguna Internet.

Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat moral masyarakat China memang menjadi isu panas. Gara-gara derasnya kapitalisme dan materialisme, nilai-nilai kemanusiaan di China dikatakan memudar. Peristiwa memiriskan itu memang bukan baru kali pertama terjadi. Pada 2 September lalu, seorang tua berusia 88 tahun jatuh pingsan di jalan. Wajahnya menghantam trotoar. Nahas, tak ada seorang pun yang datang membantunya. Dia pun meninggal akibat darah yang keluar dari hidungnya menyumbat saluran nafasnya.

Mudah mudahan kejadian seperti ini tidak akan terjadi dan melanda masyarakat di negeri ini, karena tenggang rasa kepedulian pada sesama adalah hal yang indah untuk berbagi saling tolong menolong.

Korban balita 2 tahun ini mengalami kerusakan otak serius

Korban balita 2 tahun ini mengalami kerusakan otak serius

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: FeaturedRuang Hatiku

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook