Borneo Adventure
Barcode Scanner

Akibat Serempet Aparat, Guru Ngaji Tewas Ditembak Oknum Polisi

Lagi-lagi warga sipil kembali tewas akibat timah panas yang diduga dilepaskan oknum polisi Polres Sidoarjo. Korban tewas bersimbah darah di kawasan Sepande kawasan Candi Sidoarjo, Jumat (28/11/2011) dini hari. Korban penembakan yang dilakukan oknum polisi itu yakni Riyadhus Sholihin, warga RT 1 RW 1 Dusun Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
guru ngaji tewas ditembak polisi
Riyadus Sholihin (31), warga Dusun Kauman Desa Sepande Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat dini hari, sekira pukul 02.00 WIB, tewas di tempat kejadian setelah ditembak oleh oknum polisi. Menurut Ahmad yang merupakan saksi mata, korban terlihat melaju mengendarai mobil Suzuki Carry dengan kecepatan tinggi, warga melihat ada sebuah mobil Avanza silver dan sepeda motor yang mengejar korban.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), laju korban terhenti akibat dipotong oleh sepeda moto. Tanpa banyak bicara penumpang, sepeda motor langsung menghujani guru ngaji itu dengan beberapa kali tembakan sehingga korban langsung tewas di tempat kejadian.

Setelah tertembak, korban dikeluarkan dari mobil dan diseret sejauh lima meter dan dinaikkan kedalam mobil Avanza. Setelah itu, mobil Avanza langsung kabur meninggalkan TKP. Warga yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terdiam tidak berani memberikan pertolongan.

Sementara itu keluarga dan istri korban hanya bisa menunggu kedatangan jenazah pria yang juga penjual tempe di kampungnya itu. Saat ini jenasah Riyadhus Sholihin masih diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Istri korban, Maisaroh, mengaku tidak mendapat firasat apapun sebelum peristiwa memilukan ini. Dia menuturkan, suaminya selama ini tidak memiliki musuh.

Versi Polisi

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Hadiatmoko membantah anak buahnya melanggar prosedur saat mencoba mengamankan seorang sopir pabrik yang diduga menyerempet petugas. Kapolda membenarkan anggotanya mengeluarkan tembakan, namun untuk membela diri.

“Yang benar, yang bersangkutan dikejar aparat karena telah menyerempet anggota hingga gegar otak. Namun saat akan ditangkap, yang bersangkutan kemudian mengeluarkan celurit untuk melawan aparat. Anggota kemudian menembak,” kata Hadiatmoko saat mengunjungi proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya, Jumat (28/10/2011).

Meski anggotanya membela diri, Hadiatmoko menyatakan tetap akan menurunkan tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mengusut kasus ini.
(Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Featured

Toko Barcode

Comment using your Facebook