Borneo Adventure
Barcode Scanner

MUI: Melahirkan Paksa Demi Tanggal Unik Bisa Menjadi Dosa

Maraknya operasi melahirkan bayi bertepatan dengan tanggal unik 11.11.11 akhirnya  mendapat perhatian dan mengundang komentar dari berbagai pihak tidak terkecuali dari kalangan ulama. Adanya kecenderungan masyarakat untuk menepatkan proses persalinan juga pernikahan bertepatan dengan tanggal unik (mudah di ingat dan kembar bilangannya) akhir akhir ini cukup ramai. Bahkan konon kabar proses persalinan di banyak rumah sakit di tanggal tersebut sudah dibooking jauh juah hari sebelumnya.

Tim medis di salah satu rumah sakit di India berhasil melalukan banyak persalinan di tanggal 11.11.11

Tim medis di salah satu rumah sakit di India berhasil melalukan banyak persalinan di tanggal 11.11.11

Lalu apa kata para ulama terkait hal tersebut, seorang ibu yang melahirkan karena dipaksakan atau belum cukup umur hanya karena dorongan keluarga yang mengejar simpatik publik, dia bisa berdosa. “Selayaknya seorang ibu yang mengandung melahirkan bayinya dengan normal tanpa dipaksa. Jika telah tiba waktunya, baru lakukan persalinan, namun bila belum sebaiknya bersabar,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Mahdini di Pekanbaru, Sabtu (12/11).

Menurutnya, seorang ibu yang dengan sengaja memaksakan kelahiran bayinya atau belum cukup sembilan bulan dengan alasan yang tidak jelas merupakan bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri dan bayi yang dikandungnya. “Jelas-jelas bayi itu belum mau untuk dilahirkan yang disertai tanda-tanda biasanya atau belum berumur sembilan bulan, tentunya ada rasa sakit terhadap bayi tersebut. Terlebih jika kelahirannya secara sesar atau operasi. Ibunya juga pasti mengalami luka,” tuturnya.

Hal demikian sebaiknya jangan sampai dilakukan kaum ibu yang tengah mengandung bayi. Seorang suami sebaiknya juga memberikan arahan terhadap sang istri agar lebih berpikir agamis, bukan justru mengajaknya untuk melakukan perbuatan yang berpotensi menimbulkan dosa. (Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Kesehatan

Toko Barcode

Comment using your Facebook