Borneo Adventure
Barcode Scanner

Foto Teleskop Bulan Sore Ini Sebelum Gerhana Total Malam Nanti

Inilah momentum yang pantang dilewatkan. Gerhana bulan total diperkirakan terjadi Sabtu malam pukul 21.30 WIB. Gerhana bulan total itu dapat diamati dari wilayah Australia, Asia, Eropa, sebagian besar Afrika, dan Amerika Utara. “Pengamat di Amerika Selatan tidak dapat menyaksikannya. Gerhana bulan total ini dapat diamati dari Indonesia pada awal malam tanggal 10 Desember 2011,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Saiful Hadi, di Kupang, Sabtu.

foto gerhana bulan total

Foto Bulan Sore Ini Beberapa Jam Sebelum Gerhana Bulan Total Nanti Malam

Menurut Saiful, fenomena alam itu tidak perlu dikhawatirkan karena hasil deteksi petugas Geofisika melalui foto satelit, dampak yang ditimbulkan masih dalam tataran normal. Tak ada pergerakan ekstrem gelombang akibat daya tarik bulan. Di sejumlah perairan di Indonesia, rata-rata antara 1 hingga 1,5 meter. Gerhana bulan total sebelumnya juga terjadi 16 Juni 2011 lalu. Namun daerah yang dapat menyaksikan hanya Sumatera dan Jawa bagian barat. Wilayah lainnya hanya melihat gerhana sebagian. Itu pun terjadi di waktu dini hari menjelang matahari terbit.

Mendung yang membayangi diharapkan tak menyurutkan antusiasme masyarakat menyaksikan gerhana. Fenomena langka ini baru bisa disaksikan lagi pada enam tahun mendatang, yaitu pada 31 Januari 2018. Sebenarnya selama periode “kosong” itu terdapat tiga kali gerhana bulan, antara 2014 dan 2015. Tapi pemandangan bulan ditelan bayangan itu hanya bisa disaksikan di sebagian Indonesia, itu pun tak seluruh fase bisa terlihat.

Fase Gerhana Bulan Total

Fase Gerhana Bulan Total

Jika langit mendung, Observatorium Bosscha dan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyiapkan fasilitas live streaming melalui halaman situs kominfo Tayangan langsung gerhana ini disiarkan dari enam titik pengamatan di seluruh Indonesia, yaitu Lembang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Pekanbaru, dan Mataram.

“Titik pengamatan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia membuka potensi kondisi langit yang lebih cerah,” kata dia.

Gerhana bulan kali ini diprediksi tidak akan selama gerhana pada 16 Juni lalu. Saat itu, proses gerhana berlangsung selama 100 menit. Tapi gerhana kali ini hanya berlangsung 51 menit. Namun gerhana bisa disaksikan (bila tak ada mendung) selepas maghrib hingga tengah malam.

Menurut dia, gerhana bulan merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, Bumi, dan bulan itu, katanya, hanya terjadi saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.  Ia menyebut, pada 2011, telah diprediksi terjadi empat kali gerhana matahari sebagian (GMS), yaitu 4 Januari 2011, 1 Juni 2011, 1 Juli 2011, dan 25 November 2011. “Keempatnya tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia,” katanya.

Gerhana bulan total diprediksi terjadi pada 15 Juni 2011 dan 10 Desember 2011. Kedua gerhana itu dapat disaksikan dari wilayah Indonesia, yaitu GBT pada 16 Juni 2011 dini hari dan GBT 10 Desember 2011 malam hari.

Inilah proses gerhana:
Gerhana penumbra mulai (P1) 11:33:36 UT (18:33:36 WIB), gerhana sebagian mulai (U1) 12:45:43 UT (19:45:43 WIB), gerhana total mulai (U2) 14:06:16 UT (21:06:16 WIB), dan puncak gerhana total 14:31:49 UT (21:31:49 WIB).

Gerhana total berakhir (U3) 14:57:24 UT (21:57:24 WIB), gerhana sebagian berakhir (U4) 16:17:58 UT (23:17:58 WIB), gerhana penumbra berakhir (P4) 17:29:57 UT (00:29:57 WIB) atau pada 11 Desember 2011.

Berdasarkan data itu, katanya, dapat diketahui bahwa durasi gerhana dari fase gerhana penumbra mulai (P1) ke gerhana penumbra berakhir (P4) selama lima jam 56 menit 21 detik. Fase gerhana sebagian mulai (U1) hingga gerhana sebagian berakhir (U4) berlangsung selama tiga jam 32 menit 15 detik.

Durasi fase total, yaitu dari gerhana total mulai (U2) hingga gerhana total berakhir (U3), berlangsung selama 51 menit 8 detik. “Setiap gerhana dapat diprediksi. Hal ini terkait dengan suatu siklus gerhana yang disebut seri Saros. Dalam seri Saros ini, GBT 10 Desember merupakan anggota ke-23 dari seri Saros 135 yang jumlah anggotanya 71 buah gerhana bulan,” katanya.

Gerhana sebelumnya yang berasosiasi dengan GBT 10 Desember 2011 adalah GBT 29 November 1993, sedangkan gerhana yang berasosiasi sesudahnya adalah GBT 20 Desember 2029.( Sumber Tempo)

Yang Ingin Menyaksikan Via Teleskop Online Bisa dilihat Disini http://events.slooh.com/

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: FeaturedRuang Foto Hari Ini

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook