Borneo Adventure
Barcode Scanner

Jagalah Tutur Kata Anda Saat Hari Pernikahan…!

Semua menilai bahwa hari pernikahan adalah selalu menjadi momen yang paling membahagiakan bagi para pengantin. Bahkan sebelum hari itu datang, binar kebahagiaan selalu menyelimuti sang calon pengantin. Anda yang berada di dekat calon pengantin atau hadir dalam acara pernikahan, tentu akan mendapat cipratan kebahagiaan, apalagi jika sang mempelai adalah keluarga atau sahabat dekat Anda.

The Greatest Moment

The Greatest Moment

Hanya saja, ada beberapa kata yang perlu diperhatikan pada hari tersebut. Karena jika salah, Anda dapat menghancurkan kebahagiaan mereka. Sebenarnya beberapa kalimat terlarang ini justru sering terlontar.

“Pesta pernikahan ini sangat membosankan.”
Itu sebenarnya hak Anda pribadi untuk berpendapat demikian. Namun sangat tidak pantas jika Anda mengatakan itu di depan sang pengantin ataupun siapapun yang hadir pada pesta pernikahan tersebut. Orang yang menikah pasti sudah mengeluarkan banyak biaya dan sudah memberikan yang terbaik untuk tamu mereka. Ada baiknya bila Anda simpan pendapat tersebut, sekalipun pesta pernikahan tersebut adalah acara paling membosankan yang pernah Anda hadiri.

Apapun tentang bentuk tubuh atau berat badan
Berat badan adalah hal yang sensitif, terutama bagi mempelai wanita. Menanyakan berapa berat badan yang turun agar gaun atau kebaya pernikahan cukup dipakai dapat menjadi pertanyaan yang menyinggung hati sang mempelai. Terlebih lagi jika tepat pada hari pernikahannya, Anda dengan meledek dengan ucapan seperti, “Duh… bela-belain diet ya biar kebayanya cukup?” atau yang lebih parah lagi mengatakan, “Kenapa pakai gaun ini? Badan kamu jadi kelihatan gendut banget.”

“Kenapa kamu mau menikah dengan dia?”
Ada banyak jawaban yang dapat Anda dengar dari pertanyaan ini. Namun, untuk apa Anda melontarkan pertanyaan tersebut? Sang mempelai telah menetapkan pilihan untuk hidup bersama pasangannya dengan alasan apapun, sehingga pertanyaan tersebut sebenarnya tidak perlu dilontarkan. Mungkin Anda berpikir mereka bukan pasangan yang cocok, tetapi penilaian atau selera sang mempelai tidak harus sama dengan Anda. Hindarilah pertanyaan tersebut, apalagi dengan nada yang sinis.

Menanyakan biaya pesta
Jangan tanyakan itu di depan pengantin tepat pada hari H, terlebih lagi jika Anda tidak punya kepentingan apapun terhadap berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk pesta tersebut. Jika memang membutuhkan angka rupiah sebagai bayangan atau gambaran berapa biaya yang akan Anda keluarkan kelak saat menikah, tanyakan beberapa hari setelah acara, berbicara empat mata, dan katakan alasan Anda mengapa bertanya demikian.

Menanyakan tentang tamu yang diundang
Siapapun tamu yang diundang oleh kedua mempelai adalah hak mereka. Mereka tentu telah memutuskan siapa yang diundang dan siapa yang tidak, dengan alasan yang hanya menjadi kepentingan mereka dan keluarga. Mereka tidak akan mengundang secara acak, sehingga Anda tidak perlu menanyakan alasan mereka tidak mengundang seseorang yang menurut Anda seharusnya masuk dalam daftar undangan.

Sesuatu mengenai perceraian
Memberi saran tentang persiapan mental pada mempelai memang diperlukan sebelum hari pernikahan, termasuk kemungkinan adanya pertengkaran dalam rumah tangga. Saat hari H datang, sangat tidak pantas jika Anda membicarakan mengenai pernikahan yang tidak bahagia, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan perceraian.
Ingat! Pada hari yang berbahagia itu, sang mempelai sedang mempersiapkan jalan menuju pernikahan yang bahagia. Jangan pernah pula mengatakan, “Semoga ini menjadi pernikahan terakhir kamu,” pada mempelai yang pernah mengalami perceraian. Itu sangat tidak pantas diucapkan sekalipun untuk bahan bercanda.

Menanyakan rencana memiliki jumlah anak
Itu bukan urusan Anda. Salah satu tujuan dari pernikahan memang menghasilkan keturunan, namun tidak semua pernikahan bertujuan untuk hal tersebut. Beberapa pasangan pada tahun-tahun terakhir ini menikah karena saling mencintai dan tidak terlalu memikirkan kapan akan memiliki anak atau berapa banyak anak yang ingin mereka miliki.
Hal ini menjadi privasi sang pengantin, beri saja komentar mengenai cantiknya mempelai wanita dan betapa menyenangkan pesta mereka, hindari membahas masa depan sang mempelai.

Maka, lebih berhati-hatilah dalam berucap, terutama di saat yang penting.

(Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang HatikuRuang Kutipan Penyegar Jiwa

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook