Borneo Adventure
Barcode Scanner

Anak Punya Teman Khayalan, Normalkah itu?

Ketika si buah hati menceritakan tentang teman khayalannya, apa yang harus diperbuat? Banyak orang tua menganggap hal ini sebagai hal wajar. Bagaikan angin lalu, perlahan teman khayalan itu akan pergi dari pikirannya.

Teman Khayalan

Teman Khayalan

Menelusuri sejarah di tahun ’30an, satu dari sembilan anak mengakui memiliki teman khayalan. Di tahun ’90an, jumlahnya meningkat, yakni 1 dari tiga anak. Dan kini, survei terbaru memperlihatkan dua dari tiga anak memiliki teman khayalan. Ha ini diperkirakan karena gaya mengasuh yang berubah, hingga anak-anak semakin nyaman menceritakannya tentang mereka.

Mendukung fakta tersebut, di tahun 2004 juga ditemukan fakta bahwa 65% anak di bawah umur tujuh tahun memiliki tak hanya satu, melainkan banyak teman khayalan, seperti diungkapkan oleh University of Oregon. Hal ini dinilai positif, karena memiliki teman khayalan menandakan anak tersebut meiliki kesehatan mental.

Di London Institute of Education, peneliti menemukan anak dengan teman khayalan memiliki sifat lebih percaya diri, kreatif, berbicara lebih terartikulasi dan tidak malu-malu. Secara sosial, mereka lebih terbuka dan bersahabat. Teman khayalan juga membantu seorang anak menghadapi stress, seperti hari pertama sekolah atau saat orangtuanya bercerai.

Teman khayalan di mata anak kecil memiliki banyak bentuk dan umur. Mereka juga cenderung hadir di tempat-tempat yang berbeda. Hal ini menandakan sang anak memiliki kemampuan imajinasi yang tinggi, sehingga disarankan bagi orangtua untuk tidak mematahkan anggapan si anak tersebut, seperti dilansir oleh Dailymail.


(Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Hatiku

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook