Borneo Adventure
Barcode Scanner

Kalimantan, Lumbung Energi Yang Dijadikan Sapi Perah Pusat

Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai gagal menjalankan amanat konstitusi karena tidak bisa adil, khususnya kepada masyarakat Kalimantan.”Pemerintah SBY telah melanggar konstitusi dan gagal menjalankan amanat konstitusi,” anggota Presidium Forum Peduli Banua Kalimantan Selatan Berry Nahdian Furqon, Senin (28/5).

Sungai BaritoMenurutnya, ketidakadilan pemerintah pusat dalam membagi porsi pembangunan, menunjukkan pemerintah telah gagal. Selama ini, masyarakat Kalimantan ibarat sapi perahan dengan menyumbang kekayaan alam, tetapi dianaktirikan.

Tuntutan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM), ujarnya, hanya sebagian dari masalah yang dihadapi masyarakat di pulau yang disebut sebagai lumbung energi tersebut. Selain masalah kelangkaan BBM, minimnya pembangunan infrastruktur dan energi menjadi persoalan utama yang dihadapi warga.

Sebenarnya masih banyak persoalan akibat Kalimantan dianaktirikan. Pembagian royalti, pembangunan bidang pendidikan, dan kesehatan masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Pulau Jawa dan Sumatra. Berry juga mengecam pernyataan dua menteri SBY, yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dan Menteri Perekonomian Hata Rajasa. Keduanya menyatakan tidak akan ada penambahan kuota BBM bersubsidi bagi Kalimantan.

Mendagri Gamawan Fauzi meminta masyarakat di Kalimantan tidak melakukan blokade pengiriman hasil tambang. Pasalnya pemerintah dan gubernur se-Kalimantan sudah menyepakati jumlah pasokan BBM ke wilayah tersebut. “Sudah disepakati pemerintah tentang usulan para gubernur tersebut. Jadi masyarakat tidak perlu lakukan blokade,” katanya, Senin (28/5).

Ia menjelaskan, pada dasarnya para gubernur hanya meminta pasokan BBM ke pulau tersebut tetap dilakukan. Mereka pun tidak keberatan apabila pasokan yang di drop tidak bersubsidi. “Namun detailnya silahkan tanya Menteri ESDM,” ungkapnya. (Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Featured

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook