Borneo Adventure
Barcode Scanner

Busyet! Inilah Kronologis Marinir Jadi Beking Di Balik Warung Remang-Remang

Anehnya belasan anggota Marinir TNI AL ngamuk saat warung remang-remang di kawasan Bungus, Padang, Sumatera Barat dibongkar Satpol PP. Wartawan yang sedang meliput menjadi sasaran kemarahan mereka. Tiga wartawan terluka akibat dianiaya.

Ilustrasi Warung Remang-Remang

Ilustrasi Warung Remang-Remang

Saat Satpol PP bersama warga melakukan pembongkaran, para Marinir berpakaian bebas dan preman sudah berada di lokasi. Tiba-tiba saja para Marinir langsung menyerang para wartawan. Mereka merebut paksa kamera, memori dan kaset, kemudian dihancurkan.

Menjadi tanda tanya besar kenapa anggota Marinir berada di tempat yang bukan semestinya. Dan mengapa mereka bertindak tidak sesuai dengan tugasnya. Lebih memalukan mereka memakai pakaian dinas. Ada apa?

Diduga pemilik warung remang-remang yang beralih fungsi jadi tempat prostitusi itu mengalirkan uang pelicin ke anggota Marinir untuk menjadi beking. Sudah bisa ditebak, tujuannya agar usaha yang ditentang warga itu bisa berjalan mulus.

Sebenarnya sudah lama warga berang dengan keberadaan warung remang-remang, namun mereka tak bisa berbuat banyak karena akan berhadapan dengan pria-pria berbadan tegap. Selasa (29/5) menjadi momentum ketika Satpol PP melakukan pembongkaran. Emosi yang sudah tak terbendung, akhirnya warga membakar warung-warung itu.

Lagi-lagi wartawan menjadi korban. Kala itu 10 sampai 15 wartawan meliput pembongkaran. Tanpa diduga anggota Marinir berpakaian dinas dan berbaju preman tiba-tiba saja merampas dan merusak kamera milik para wartawan. Tak berhenti sampai disitu, mereka juga melakukan penganiayaan.

Akibat penganiayaan itu, tiga wartawan terluka. Mereka adalah Budi Sunandar dari SindoTV dengan luka di telinga dengan 12 jahitan, Jamaldi dari Favorit TV dan Afriandi dari Metro TV mengalami luka memar. Ketiganya langsung dilarikan ke RS M Jamil, Padang.

Saat merdeka.com kemudian dikutip ruanghati.com  mencoba meminta keterangan, Kadispen TNI AL Laksama Pertama Untung Suropati tidak bisa dihubungi. Begitu juga dengan Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul, telpon genggamnya tidak aktif.


(Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Suka Suka

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook