Borneo Adventure
Barcode Scanner

Antasari Berpendapat Menyelamatkan Bank Century

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengatakan keterangan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar terkait rapat 9 Oktober 2008 di Istana Negara yang membahas soal krisis global dan dampaknya bagi Indonesia tidak ada yang baru.

Dalam rapat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memintai pendapat Antasari, bagaimana jika untuk menghadapi krisis ekonomi, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang belum ada aturannya. Apakah kebijakan itu akan melanggar hukum atau tidak, begitu Antasari menerangkan.

“Apa yang disampaikan Antasari Azhar sekilas tidak ada hal yang baru. Tapi kalau ditempatkan konteks kronologi dan kontruksi kasus (bailout Century), (pernyataan) ini sangat luar biasa, dan penting untuk mengisi mozaik-mozaik kosong terkait dengan kasus ini,” ungkap Hendrawan di DPR RI, Jakarta, Rabu (12/9/2012).

Menurut Hendrawan, ada hal menarik yang perlu ditelisik sebelum pertemuan 9 Oktober 2008. Yakni pertemuan 6 Oktober 2008 di mana tim kecil menemui SBY yang membahas soal arti penting dan urgensi blanket guarantee. Di hari yang sama, Bank Sentral Belanda (DSB) memberhentikan operasional Bank Idover, anak usaha Bank Indonesia yang dilikuidasi.

Masih kata Hendrawan, peristiwa lain yang menarik selanjutnya, pada 8 Oktober 2008, Deputi Senior Gubernur Baantasarink Indonesia Miranda Gultom menulis surat kepada Komisi XI yang menjelaskan pembekuan operasional Bank Indover oleh Bank Sentral Belanda.

Tim kecil setelah menghadap SBY, pada 13 Oktober 2008 menghadap wakilnya Jusuf Kalla. Saat itu Kalla menolak usulan tim kecil di mana salah satunya ada Boediono. Sebagai kompromi, akhirnya disepakati jaminan dan simpanan Rp 2 miliar di hari yang sama. Pada 15 Oktober 2008, Perppu No.4/2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan ditandatangani Presiden SBY.

Pada 20 Oktober 2008, Boediono sebagai Gubernur BI mengirim surat ke Komisi XI, mengajukan permohonan rapat kerja mencari jalan keluar Bank Indover. Pada 23 Oktober, Boediono mengirim surat ke SBY, meminta dukungan penanganan Bank Indover yang membutuhkan dana segera sebesar EUR 546 juta. “Itu setara dengan bailout Century (Rp 6.7 triliun),” terang Hendrawan.

Politisi Golkar yang juga anggota Timwas Century DPR RI Bambang Soesatyo menambahkan, Antasari belum sepenuhnya membeberkan apa yang diketahuinya. Tapi, paling tidak, keterangan Antasari menunjukkan benang merah upaya penyelamatan Bank Century lewat Bank Indover.

“Kita menarik benang merah bahwa penyelamatan bank menjadi suatu modus. Memang awalnya bukan Bank Centry. Tapi yang jadi vehicle (kendaraan untuk dana talangan) Indover, yang kemudian disasarkan ke Bank Century,” terang Bambang sambil menambahkan bahwa pertemuan 9 Oktober sudah direncanakan matang dengan dicarikan payung hukum lewat Perppu No.4/2008.

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Politik

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook