Borneo Adventure
Barcode Scanner

Thoriq Menyerahkan Diri Setelah Meledakkan Bom

Muhammad Thoriq sempat menjadi buruan polisi setelah warga mendapati bahan peledak di rumah orang tuanya di Jalan Terate VII, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (6/9/2012).

Saat itu di tempat tinggal Thoriq warga melihat ada kepulan asap tebal dari bagian belakang rumahnya. Kemudian warga yang mengira ada kebakaran langsung berupaya untuk menolongnya dengan mendobrak pintu belakang rumah yang bercat kuning tersebut.

Alangkah terkejutnya saat warga masuk ke dalam rumah mendapati benda asing seperti bom di dalam rumah Thoriq. Saat warga mulai menyemut ke rumah Thoriq, sang pembuat bahan peledak tersebut ke luar melalui pintu depan rumahnya dan dengan santainya Thoriq berjalan kaki meninggalkan kediamannya.

Polisi yang datang beberapa saat kemudian langsung melacak Thoriq yang saat

melarikan diri menggunakan celana pendek dengan tubuh penuh dengan serbuk berwarna putih. Tetapi polisi kehilangan jejak pada saat itu, meskipun saksi di tempat kejadian mengungkapkan bahwa Thoriq kabur menggunakan bajaj.

Kemudian terjadilah ledakan bom di sebuah rumah yang memiliki plang Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/9/2012) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saat i

Thoriq Menyerahkan Diri

tu orang tidak menyangka bahwa Thoriq yang menjadi buruan polisi ada di lokasi kejadian.

Sesaat setelah kejadian Thoriq yang menggunakan jaket hitam lari dari lokasi bersama seorang temannya, bahkan sempat ada dugaan bahwa orang yang terluka parah akibat ledakan bom di Depok tersebut adalah Thoriq, tetapi hal tersebut terbantahkan setelah esok harinya sekitar pukul 17.00 WIB Minggu (10/9/2012) Thoriq menyerahkan diri ke Pos Polisi Tambora, Jakarta Barat.

Darisanalah mulai terungkap selama selang waktu lima hari Thoriq pergi ke mana saja. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menerangkan bahwa setelah melarikan diri dari Tambora, ia langsung melarikan diri ke sebuah rumah kontrakan yang disewa seseorang bernama Anwar yang diduga kuat menjadi korban luka berat dalam tragedi ledakan bom Beji, Depok.

“Setelah kejadian di Tambora, Thoriq langsung pergi ke rumah kontrakan yang ada di Bojong Gede,” ucap Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2012).

Selama kurang lebih empat hari Thoriq berada di rumah kontrakan yang dijadikan gudang untuk penyimpanan bahan peledak kelompok teroris Depok tersebut. “Kemudian ia berangkat ke rumah yang ada di Jalan Nusantara Raya, Depok sampai akhirnya terjadi ledakan dan dia melarikan diri,” ucapnya.

Saat itu, Thoriq kembali ke persembunyiannya di Bojong Gede sampai akhirnya esok harinya Thoriq menyerahkan diri ke Pos Polisi Tambora dengan menggunakan wig supaya tidak dikenali orang.

Saat menyerahkan diri, Thoriq menggunakan sabuk kulit coklat yang sudah dimodifikasi dengan rangkaian bom dan ia pun membawa sebuah senjata api jenis pistol. Dari penyerahan diri Thoriq tersebutlah terungkap tempat penyimpanan bahan peledak di Bojong Gede.

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Politik

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook