Borneo Adventure
Barcode Scanner

“Innocence of Muslims” Sutradaranya Ternyata Pembuat Bokep Alias Film Porno

Sutradara film Innocence of Muslims, yang menggegerkan dunia Islam, ternyata seorang pembuat film porno. Sutradara bernama Alan Roberts adalah orang yang sama membuat film porno berbiaya murah pada era 70-an dan 80-an antara lain seperti The Sexpert dan trilogi Happy Hooker. Demikian dilansir Gawker, pekan ini.

Innocence of Muslims Film ini menimbulkan kegemparan dan aksi protes di banyak negara-negara berpenduduk Islam, termasuk Indonesia. Para pemain tahu jika film yang judul aslinya, Dessert Warrior, memasukkan nama Alan Roberts sebagai sutradara. Berdasarkan data IMDB, Santa Monica, California, sutradara berusia 65 tahun ini menyutradarai sejumlah film porno berbujet murah seperti The Happy Hooker Goes to Hollywood dan The Sexpert.

Gawker menulis, pihaknya sudah mewawancarai para pemain, kru, dan teman-teman dekat sang sutradara dan membenarkan jika Roberts adalah pria yang sama di film yang diberi judul Innocence of Muslims. “Saya yakin, ini Alan Roberts yang sama. Saya mengingat sempat membicarakan proyek ini dengan dia,” kata teman Roberts, pembuat film David A. Prior. Nama Roberts ditunjuk sebagai sutradara oleh produser, Sam Bacile, yang menggunakan nama alias Nakoula Basseley Nakoula. Pria ini adalah warga California selatan dan sempat dipenjara.

Nakoula, dipercaya adalah tokoh penting di balik pembuatan film berdurasi 14 menit ini. Akibat film ini, membuat anti-protes Barat berkecamuk dan mengakibatkan empat warga Amerika Serikat (AS) tewas di Libya termasuk Duta Besar (Dubes) Chris Stevens. Para pemain di film ini mengaku ditipu dan banyak adegan percakapan mereka diisi ulang.

Nakoula Basseley Nakoula atau ‘Sam Bacile’, sutradara film ‘Innocence of Muslims’ akhirnya muncul ke publik. Meski begitu, fisiknya masih misterius karena dia menutupi seluruh wajah. Diberitakan reuters, Minggu (16/9/2012), pria berdarah Mesir itu muncul saat diperiksa polisi Califorrnia, Amerika Serikat. Dia tampak mengenakan topi, selendang yang menutupi wajah dan kacamata hitam. Dia digiring oleh para sheriff kota tersebut.

Setelah dicecar dengan sejumlah pertanyaan, Nakoula akhirnya diperbolehkan pulang. Sebelumnya dia sempat dipenjarakan selama 21 bulan karena memalsukan identitas. (Sumber)

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Featured

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook