Borneo Adventure
Barcode Scanner

Astaga!! Polisi New York Menculik, Memasak, dan Memakan Seorang Wanita

Polisi seharusnya bertugas melayani dan melindungi masyarakat. Namun, jika polisi menebar teror, runyam urusannya.

Seorang polisi New York City dijuluki “polisi kanibal” oleh media setempat karena ia berencana untuk menculik, memasak, dan memakan daging seorang perempuan saat makan malam Thanksgiving. Sejumlah jaksa penyidik yang berhasil menjebloskan polisi itu ke balik jeruji dan menahannya tanpa uang jaminan mengungkap kasus itu dalam sebuah sidang di pengadilan.

Pengacara bagi terdakwa Gilberto Valle, yaitu Julia Gatto, mengatakan bahwa kliennya “terganggu” dan “sakit” serta hanya berfantasi, dan bahwa ia tidak pernah bermaksud untuk semua hal itu.

Valle, 28 tahun, ditangkap pada Oktober lalu setelah sebuah penyelidikan selama dua bulan oleh FBI dan divisi urusan internal New York Police Department (NYPD). Para penyidik mengatakan, rekaman telepon dan komputer menunjukkan, ia membangun sebuah database para perempuan, lengkap dengan informasi pribadi dan deskripsi fisik, sebagai bagian dari rencana untuk menculik, menyiksa, memasak, dan menyantap mereka.

“Kasus ini jadi lebih mengganggu saat Anda mempertimbangkan posisi Valle sebagai petugas polisi New York City dan sumpah tugasnya adalah untuk melayani dan melindungi,” kata Jaksa AS, Preet Bharara, dalam sebuah pernyataan pada saat sidang itu.

Dalam pengadilan pada Selasa (20/11/2012), sejumlah jaksa penyidik mengatakan beberapa percakapan online Valle dengan seorang teman mencakup gagasan untuk mendapatkan “daging perempuan” saat Thanksgiving. “Ini sebuah jalan yang panjang, tapi saya punya rencana yang sedang berjalan sekarang,” demikian tulisan yang diduga dibuat Valle. Masih dalam tulisan itu, ia menambahkan bahwa ia tahu di mana calon korbannya tinggal dan akan “mengambil perempuan itu dari rumahnya”.

Valle dituduh akan melakukan rencananya via e-mail dan pesan instan dengan orang yang sekongkol yang tidak diidentifikasi. Dalam satu tulisan, ia menulis bahwa dirinya telah menciptakan apa yang disebut cetak biru untuk “menculik dan memasak” korban potensial, demikian menurut dakwaan pidana terhadapnya.

“Saya sedang berpikir untuk mengikat tubuhnya di semacam peralatan,” demikian ia menulis. “Memasaknya dengan api kecil, dan biarkan dia hidup selama mungkin.”

Hakim Paul Gardephe menolak jaminan buat Valle.

Valle menyatakan, dirinya tidak bersalah atas tuduhan konspirasi untuk melakukan penculikan dan untuk mengakses secara ilegal Pusat Informasi Kejahatan Nasional Federal.

FBI dan polisi mengatakan, ia menggunakan posisinya sebagai seorang polisi untuk mengakses pusat informasi itu demi menemukan para calon korban. Jika terbukti bersalah atas tuduhan penculikan, Valle bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

FBI mengakui bahwa tidak ada perempuan yang pernah jadi korban, tetapi bahwa ada sebuah “niat besar” dari Valle, yang selama ini ditugaskan di kantor polisi di Harlem.

Hakim Gardephe dalam persidangan mengatakan, “(Kasus) ini bejat, aneh, dan pada saat ini tak dapat dijelaskan, terutama oleh seseorang yang adalah seorang perwira polisi.”

Persidangan kasus Valle dilanjutkan pada 22 Januari tahun depan.

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Berita Politik

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook