Borneo Adventure
Barcode Scanner

Kabupaten Simeulue Galahkan Kesehatan Ibu dan Anak

Menyambut Hari Kesehatan Nasional tahun 2012, Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue bekerja sama dengan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) atas dukungan KINERJA-USAID melaksanakan festival Nandong untuk mempromosikan kesehatan ibu dan anak khususnya mengenai persalinan aman, inisiasi menyusui dini (IMD) dan air susu ibu (ASI) eksklusif, 2012. Selain promosi kesehatan melalui stand kesehatan, pemutaran film kesehatan ibu dan anak dan penyebaran leaflet, juga dilaksanakan layanan periksa golongan darah dan gejala penyakit malaria secara gratis bagi masyarakat. Nandong adalah karya seni bertutur diiringi gendang, rebana dan biaola yang sudah lama menjadi budaya di Kabupaten Simeuleu.

Nandong menceritakan kisah kehidupan seseorang atau nasihat-nasihat yang dilaksanakan pada acara tertentu dan khusus. Karya seni tersebut dijadikan sebagai media dalam mempromosikan kesehatan ibu dan anak. Sebanyak 10 sanggar Nandong dari delapan kecamatan di Simeulue mengikuti festival bertema: Mengantotok emak sendiri dengan syair wajib: “Anak Kandung sidi alenga. Bere miba isira susu sapi. Menek ummat parentah Allah. Mangan tutuk emak sendiri. Artinya: anak kandung yang disayangi. Jangan berikan susu sapi.Allah telah memerintahkan kepada manusia untuk menyusui anak sendiri.

Simeulue Promosikan Kesehatan Ibu dan Anak

Simeulue Promosikan Kesehatan Ibu dan Anak

Promosi Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, dr. Armidin Rihad, pada sambutannya menyampaikan harapan kepada masyarakat yang hadir pada pemukaan pameran tersebut tentang pentingnya proses persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan yang profesional untuk mengurangi resiko kematian ibu dan bayi. “Persalinan itu ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga para medis lainnya), karena tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin.Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan peralatan yang aman, bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya” ujarnya. Lebih lanjut, dr. Armidin mengatakan bahwa dalam proses persalinan bila terdapat tanda bahaya, si ibu harus segera dibawa ke bidan atau dokter.Sementara kepada keluarga diharapkan untuk berperan aktif dalam membawa ibu dan bayinya memeriksakan kesehatan kepada bidan atau dokter selama masa nifas (40 hari setelah melahirkan) sedikitnya sebanyak tiga kali pada minggu pertama, pada minggu ketiga, dan pada minggu keenam setelah melahirkan.Masyarakat harus berperan aktif dalam mendorong untuk menjadi keharusan kepada ibu agar mengikuti program keluarga berencana setelah melahirkan. Dikatakannya, setiap ibu harus memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja sampai bayi berumur 6 bulan yaitu ASI eksklusif, tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain seperti air tajin dan pisang (kaol ko). ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai  untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. “Air susu ibu pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit. Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan, mengandung zat kekebalan, melindungi bayi dari alergi, aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar. Tidak akan pemah basi, mempunyai suhu yang tepat dan dapat diberikan kapan saja dan di mana saja. Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernafasan bayi. Jika proses pemberian ASI dilakukan dengan baik maka bayi sehat dan ibu selamat. Kedepan akan menjadi manusia yang cerdas untuk generasi selanjutnya dalam neneruskan cita-cita bangsa” ujar dr. Armidin.

 

( Sumber )

 

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Ruang Kesehatan

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook