Borneo Adventure
Barcode Scanner

Busyet! Bank Khusus Kotoran Manusia Akan Segera Launching

Di jaman serba modern seperti ini terutama dalam dunia kedokteran, bank sperma atau bank darah sudah biasa ditemukan, sebentar lagi akan ada bank donor kotoran manusia”Ini sudah ada di Amerika Serikat,” kata Professor Thomas Borony, Direktur Pusat Penyakit Pencernaan di Sydney, Australia, kepada situs news.com.au, yang kemudian dikutip oleh Ruanghati.com Rabu (19/12/2012).

“Di AS, sedang menunggu izin dari FDA. Di Australia donor kotoran manusia baru bisa dilakukan di satu tempat. Di masa depan, akan ada apa yang disebut orang yang bisa menjadi “Donor Super”, yaitu mereka yang tidak pernah minum antibiotik sejak anak-anak, sehat, dan bisa menyumbangkan kotorannya,” katanya lebih lanjut.

“Ini hanya masalah waktu sebelum donor seperti ini menjadi umum. Kami berharap nantinya semua hospital bisa menyaring dan membekukan kotoran manusia, yang bisa digunakan dalam situasi darurat.” kata Prof Borony.

Mengapa seseorang memerlukan kotoran manusia lain untuk dimasukkan ke dalam tubuhnya? Menurut Prof Borony, proses ini disebut FMT (Faecal Microbiota Transplantations), yaitu pemindahan microbiota yang ada di dalam kotoran manusia.
Dalam proses ini, kotoran tersebut dicampur dengan saline (air garam), dan kemudian disuntikkan ke dalam tubuh penderita lewat anus.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, transplantasi ini sekarang digunakan untuk mengobati mereka yang menderita colitis (radang usus besar), Irritable Bowel Syndrome (IBS), dan Clostridium difficile atau C-diff, infeksi yang menyebabkan diare menjadi begitu akut yang memakan korban ribuan orang setiap tahunnya.

“Sebenarnya dalam kotoran manusia banyak terdapat bakteri yang berguna,” kata Prof Borody, yang sekarang ini melakukan enam transplantasi per minggu di kliniknya di Five Dock di Sydney.

“Bakteri baru ini bisa mematikan bakteri jahat, dan menguasai usus, mengembalikan keseimbangan tubuh, dan menghilangkan simptom yang ada,” tambah Prof Borony.Walau kedengaran menjijikan, hasilnya sangat menjanjikan. Pasien Prof Borody ada yang datang dari Paris guna menjalani transplantasi. Kebanyakan pasiennya adalah penderita C-diff di mana mereka menderita diare selama bertahun-tahun, namun disembuhkan hanya dalam bilangan hari.

“Saya didiagnosa C-diff dua bulan lalu, setelah saya masuk rumah sakit dan mendapatkan dua antibiotik karena infeksi kecil.” kata sang pasien asal Perancis kepada news.com.au.”Saya mendapat perawatan karena C-diff, namun setelah satu putaran antibiotik, diarenya kembali lagi. Racun ini menyebar ke aliran darah dan saya semakin menderita dari hari ke hari,”

“Saya kemudian lewat Google menemukan pusat Penyakit pencernaan di Australia. Di tempat saya FMT belum tersedia. Saya menelpon Prof Borody dan sekarang sudah menjalani transplantasi. Hasilnya sudah terasa,” kata pasien itu lagi.

Jadi, kalau memang efektif mengapa selama ini donor kotoran manusia ini tidak banyak dilakukan? “Bagi beberapa orang, faktor kotoran manusia yang membuat mereka jijik, jadi masalah,” kata Prof Borody.

“Juga sama seperti teori baru, banyak juga dari kalangan yang sudah mapan yang anti perubahan. Dunia farmasi sejauh ini belum menunjukkan minat yang besar, padahal banyak dokter muda yang tertarik, tapi para dokter tua banyak yang tidak mau berubah,” tambah Borony.

Douglas Samuel dari Universitas New South Wales adalah bagian dari sekelompok peneliti yang sedang mengkaji manfaat FMT. “Tampaknya tindakan ini bermanfaat besar bagi pasien yang memiliki C-diff dalam tubuh mereka.” katanya kepada news.com.au. Namun, masih terlalu pagi untuk mengetahui apakah ini akan berakibat buruk atau bagus bagi pasien lainnya.

 

(Sumber)

 

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Featured

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook