Borneo Adventure
Barcode Scanner

Perjuangan : Ibu Rela Tukar Nyawa Dengan Anaknya

Kasih ibu sepanjang jalan. Peribahasa ini sangat tepat untuk menggambarkan perjuangan Sri Hastuti dalam upaya menyelamatkan dua putrinya. Sayang, ia ikut tewas terbakar bersama buah hatinya. Perjuangan perempuan penuh kasih ini seakan menggoreskan pesan betapa Ibu adalah sosok luar biasa, tepat satu hari sebelum peringatan Hari Ibu.

Kebakaran

Kebakaran

Udara kota Solo (Jateng) terasa dingin di Minggu (21/12) sekitar pukul 04.30 WIB. Maklum, sore harinya kota bengawan itu diguyur hujan cukup deras. Namun, tidak yang dirasakan Sri Hastuti (37) atau Iik. Istri dari Petrus Sutrisno (46) ini merasakan ruangan tempat tidurnya di lantai dua berhawa panas. Ketika sadar, Iik melihat kepulan asap dan kobaran api membara dari ruang lantai satu kediamannya yang terletak di Jln. Mamasa V RT. 01/RW. VIII Kelurahan Kampung Sewu, Jebres, Solo. Tampaknya, api berasal dari bagian dapur dan sudah merembet ke ruang tidur keluarga yang tepat berada di atasnya. Segera saja wanita bertubuh gemuk ini membangunkan sang suami dan Rendra Sigit Wicaksono (10) putra bungsunya yang tidur bersama. Iik dan Sutrisno berulangkali berteriak dan menggedor sekat kamar yang terbuat dari tripleks. Mereka mencoba membangunkan dua putrinya, Ruth Nina Sari (18) dan Ruth Lisa Apriyanti (13), yang tidur sekamar. Namun, tak ada jawaban. Kepanikan segera menyergap. Sutrisno, Iik, dan Rendra berhasil keluar rumah melewati tempat jemuran yang terletak di belakang kamar. Lalu, mereka naik atap belakang rumah sebelah yang berdempetan. Setelah berhasil menyelamatkan si bungsu, Iik kembali ke ruang lantai dua yang berukuran sekitar 5 x 6 meter itu. Rupanya, Iik berusaha menolong dua putrinya. Dalam keadaan kacau, Sutrisno tidak sempat mengingatkan Iik bahaya yang bakal mengancam. Belum lama Iik masuk, api tiba-tiba membesar. Iik pun terjebak dalam kobaran api di dalam ruangan yang berlantai kayu dan bersekat tripleks itu. Sutrisno yang hanya luka lecet tak sadarkan diri menyadari orang-orang terkasihnya menghadapi bahaya besar. Sebenarnya dua unit pemadam kebakaran segera datang. Tapi sulit menjangkau lantaran lokasi kebakaran berada di gang sempit. Api baru berhasil dijinakkan sejam kemudian.Saat evakuasi, Iik dan dua putrinya ditemukan sudah dalam kondisi hangus. Jasad Iik ditemukan tertelungkup dekat pintu kamar. Nina ditemukan meringkuk di pojok kamar, sementara Lisa tertelentang sekitar setengah meter dari posisi Nina. Siang sekitar pukul 15.00, ketiga jenazah dimakamkan di TPU Purwoloyo, Sekarpace, Solo. “Saya tidak tegel (tega, Red.) melihat ketiganya. Tolong jangan tanyakan hal itu pada saya,” pinta Sutrisno pada NOVA, Rabu (24/12) siang.

Dengan perasaan penuh duka, Sutrisno menceritakan musibah yang menimpa keluarganya. Ia mengisahkan, malam itu ia ke rumah tetangganya yang meninggal. Ketika pulang sekitar pukul 22.00, Sutrisno melihat Iik ditemani Rendra mengerjakan order sablon di ruang kerja di lantai satu. Waktu itu, Nina dan Lisa sudah terlelap. Bisa jadi sebuah firasat, Iik bicara soal kematian pada suaminya. “Mas, Tuhan itu seperti pencuri ya, saat mengambil nyawa orang yang meninggal,” tutur mendiang Iik. Sutrisno tak merasa aneh mendengar ungkapan istri tercinta. Ia menjawab, “Iya memang, karena itu kita harus siap jika suatu saat meninggal. Semuanya atas izin Tuhan,” ujar Sutrisno yang baru naik ke lantai dua sekitar pukul 23.00. Hari-hari sebelumnya, Sutrisno ternyata juga pernah bermimpi tentang kematian. “Sudah hampir dua bulan saya sering mimpi buruk. Kalau enggak soal mati, saya mimpi kehilangan motor dan gigi patah. Namun, saya pikir cuma bunganya orang tidur. Anehnya, tiap malam jantung saya sering berdebar. Kalau sudah begitu, saya dan istri berusaha mendekatkan diri pada Tuhan di gereja,” papar Sutrisno lesu. Hingga sekarang, Sutrisno masih ber-tanya-tanya soal penyebab kebakaran. Ia menyangkal api berasal dari bahan-bahan sablonannya yang mudah terbakar. “Kalau penyebabnya bahan sablon, seluruh rumah termasuk ruang depan pasti habis terbakar.” Ruang tamu dan ruang kerja usaha sablon Sutrisno yang terletak di bagian depan rumah memang selamat dari amukan api.

 

 

( Sumber )

 

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Featured

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook