Borneo Adventure
Barcode Scanner

Akibat Bantu Lahiran di Pesawat Sang Pramugari Naik Pangkat

Sherly Juwita (36), pramugari serta kru pesawat Merpati lainnya berinisiatif membantu kelahiran Harmani (33) di atas pesawat Merpati MZ 845 dari Timika menuju Makassar. Atas kebaikan itu, pihak Merpati langsung mengganjar mereka dengan penghargaan dan hadiah.”Pasti ada,” ujar Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo.

Bantu Lahiran di Pesawat Sang Pramugari Naik Pangkat

Bantu Lahiran di Pesawat Sang Pramugari Naik Pangkat

Vice President Corporate Secretary Merpati, Herry Saptanto menjelaskan penghargaan untuk pramugari dan kru pesawat yang membantu kelahiran bayi di atas pesawat itu ada dua.
“Kami akan berikan kenaikan tingkat dan liburan di unique destination seperti Labuan Bajo, Bunaken dan Wakatobi. Untuk liburan, terserah mereka memilih salah satunya dan membawa keluarga,” ujar Herry.

Sebelumnya, pesawat Merpati MZ 845 dari Timika menuju Makassar dengan pramugari Sherly, Rahmasari, Musyarafatulaela dan Anisah Abdullah melayani penerbangan Timika menuju Makassar. Tiba-tiba salah satu penumpang bernama Harmani yang tengah hamil 28 minggu ingin melahirkan. ”Dengan bantuan kru, saya langsung melakukan proses lahiran. Saya teriak ke ibu ‘copot celananya bu!’ Lalu tak seberapa lama sudah terlihat kepala bayi. Lalu saya tahan kepalanya sampai keluar bayi itu,” papar Sherly. Dia mengaku proses kelahiran tersebut menghabiskan waktu sekitar 15 menit.

Beruntung bagi Sherly, pendidikan pramugarinya telah membekali proses persalinan di atas pesawat. “Saya ingat kata dokter, plasentanya harus keluar, baru dipotong. Saya langsung tekan perut sang ibu agar keluar plasentanya. Lalu saya potong dengan gunting steril yang tersedia di medical kit yang tersedia di pesawat,” kata dia. Setelah bayi lahir, ternyata permasalahan belum selesai. Karena lahir prematur, bayi tersebut harus diletakkan di inkubator. Dengan bantuan penumpang dan kru lain, Sherly membungkus sang bayi dengan selimut tebal serta beberapa bungkus air hangat yang diletakkan di punggung bayi.

“Karena perjalanan masih dua jam, saya terus berusaha membuat bayi itu nangis sambil memasang masker oksigen ke sang bayi. Alhamdulillah sepanjang perjalanan sang bayi menangis terus,” ungkap dia.

 

 

( Sumber )

 

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: Featured

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook