Borneo Adventure
Barcode Scanner

Romantis, Walau Kehilangan Tiga Anggota Tubuh Tetapi Cinta Tetap Utuh

Perjuangan pria ini untuk melamar kekasihnya sungguh patut diapresiasi. Menjadi korban bom saat bertugas di Afghanistan, dia kehilangan tangan dan kakinya. Namun kondisinya tersebut tidak membuatnya putus harapan untuk menikahi wanita yang dicintainya. Inilah kisah pria bernama Andy Reid itu.

Andy merupakan tentara Inggris yang bertugas di Afghanistan. Pria 35 tahun itu mengalami peristiwa naas pada 13 Oktober 2009, saat masa tugasnya hampir berakhir. Ketika itu dia diminta berpatroli.

Andy Reid Bersama Keluarganya

Andy Reid Bersama Keluarganya

Andy tidak ingat persis bagaimana kejadiannya. Yang ia tahu saat sedang berjalan ditemani rekannya Jamie, tahu-tahu dia terhempas ke udara dan tubuhnya kemudian jatuh ke tanah. Merasakan sakit luar biasa pada lehernya dia mencoba melihat ke arah kakinya, tapi tak ada apapun di sana. Begitu juga ketika melihat tangannya yang terluka parah.

Pria berambut ikal itu langsung dilarikan ke rumah sakit dan dibawa ke Inggris. Masih dalam keadaan belum terlalu sadar, Andy terbaring di sebuah rumah sakit. Dia merasa seperti bermimpi karena dia melihat tiga orang terpenting dalam hidupnya, kekasihnya Claire dan kedua orangtuanya.

“Aku mulai tertawa dan menangis tidak terkontrol. Claire kemudian mengatakan padaku kalau aku sudah tidak di Afghanistan. Aku ada di Selly Oak Hospital, Birmingham,” tulis Andy dalam artikelnya di Daily Mail.

Penjelasan Claire itu sempat membuat Andy merasa lega. Namun itu hanya sesaat karena kemudian dia menyadari, meski dia bahagia tiga orang terpenting dihidupnya ada di dekatnya, tapi dia kehilangan tiga bagian lain dirinya yang selama ini sangat dekat dengannya.

“Mereka semua hilang dan aku sangat merindukungannya. Mereka adala kaki kiriku, kaki kananku dan tangan kanannku yang terpisah jauh 6.000 mil di tanah Afghanistan. Aku kehilangan mereka selamanya,” tulis Andy lagi dalam kisahnya yang mengharukan.

Andy bersyukur dia masih bisa bertahan hidup. Tapi dia sadar hidupnya tidak akan sama lagi seperti sebelum bom Taliban mengenai dirinya.

Tak dipungkiri Andy, menjalani hidup baru pasca kehilangan tiga bagian tubuh sangatlah berat. Ada masa di mana dia merasa kenapa bom tersebut tidak merenggut nyawanya saja.

“Tidak bisa melakukan hal paling sederhana untuk diriku sendiri membuatku merasa tidak berguna dan tidak diinginkan,” katanya.

Selama menjalani masa-masa adaptasi dan bergulat dengan perasaan sedih serta marahnya, sang kekasih setia mendampingi Andy. Pria itu pun mengaku tidak tahu bagaimana Claire bisa terus ada bersamanya terutama di minggu-minggu pertama pasca kejadian memilukan di Afghanistan.

“Banyak wanita akan memilih pergi begitu mendengar kekasihnya terluka parah. Tapi sepupuku bilang, tidak dengan Claire,” ujarnya.

Claire sendiri saat ditanya mengaku yang pertama dikhawatirkannya adalah Andy tidak mau lagi bersamanya dan menyuruhnya meninggalkannya. Padahal ketika melihat Andy yang terluka, dia tidak pernah merasakan cinta yang sebegitu dalam pada pria tersebut.

Kesetiaan Claire tersebut memotivasi Andy untuk bangkit dan menjadi lebih kuat. Dia ingin punya dua kaki lagi. Dia pun kemudian mendapatkan dua kaki dan satu tangan palsu dengan menjalani rehabilitasi di Headley Court (tempat rehabilitasi untuk tentara Inggris yang terluka).

Setelah enam minggu berada di Headley Court, Andy belajar untuk berjalan lagi. Dia menggunakan kaki palsu yang dibuat di Swedia dan dilengkapi teknologi sehingga bisa terhubung ke komputer. Jika dia jatuh, kaki tersebut bisa secara otomatis menyesuaikan dan membantunya untuk berdiri lagi.

Selama di Headley Court, Andy menyimpan satu tekad yang sudah dipendamnya. Dia ingin melamar sang kekasih dan melakukannya dengan cara yang benar yaitu bersimpuh. Dia pun meminta bantuan pelatih untuk membantunya bisa bersimpuh meski dia hanya punya satu lutut.

Pada 7 Agustus 2010 dengan bantuan banyak pihak dan berjam-jam latihan menguatkan ototnya dan meningkatkan keseimbangan, Andy bisa melamar Claire dengan bersimpuh. Pasangan Andy dan Calire pun kemudian menikah pada September 2011. Keduanya kini sudah dikaruniai seorang putra yang lahir 30 November lalu. Meskipun sang anak baru berusia tiga bulan, Andy sudah tidak sabar untuk mengajaknya bermain rugby.

Selama 12 bulan terakhir ini, Andy juga belajar untuk naik sepeda. Dia pun sudah siap untuk mengajari putranya saat usianya cukup. Dia juga bisa berenang dan berlari layaknya pria yang tidak memakai kaki palsu.

 

( Sumber )

 

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: FeaturedRuang Berita Terkini

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook