Borneo Adventure
Barcode Scanner

Akhirnya KPK Jerat Ahmad Fathanah dengan Pidana Pencucian Uang

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengejar pihak-pihak lain yang menerima aliran dana kasus suap kuota daging sapi impor di Kementerian Pertanian. KPK menjerat tersnagka Ahmad Fathanah dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK menggunakan pasal 3 atau pasal 4 atau pasal 5 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP untuk menjerat fathanah.

Ahmad Fathanah

Ahmad Fathanah

“Kami masih kembangkan terus, ada dugaan juga dana ini mengalir ke tempat-tempat lain,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Kamis (7/3).

Dengan pasal tersebut KPK bisa menjerat orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan. Ancaman pidananya penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Selain itu, KPK telah menyita empat mobil mewah milik tersangka kasus suap kuota daging sapi impor di Kementerian Pertanian Ahmad Fathanah. Mobil tersebut dibawa ke KPK pada Rabu (6/3) malam. Mobil yang disita itu antara lain Toyota Land Cruiser hitam dengan nomor polisi B 1330, Mercedes Benz SZZ warna hitam nomor polisi B 8749 BS, Toyota Alphard C 200 warna putih dengan nomor polisi B 53 FTI serta Toyota Land Cruiser Prado hitam nomor polisi B 1739 WFN.

Fathanah adalah orang dekat Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq. Fathanah ditangkap KPK di Hotel Le Meridien Jakarta setelah menerima uang Rp 1 miliar dari Direksi PT Indoguna Utama. Uang itu berkaitan dengan Luthfi. Sebelumnya Fathanah sudah dijerat dengan Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Ia disangka sebagai pihak yang menerima suap.

KPK sejauh ini baru menetapkan empat orang tersangka yang semuanya terkait dengan operasi tangkap tangan pada akhir Januari lalu. Mereka adalah Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, serta dua orang Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi

 

( Sumber )

 

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: FeaturedRuang Berita Terkini

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook