Borneo Adventure
Barcode Scanner

What! Ternyata Rokok Mengandung Darah Babi

Sebuah riset terbaru dari seorang ilmuwan Belanda mengguncangkan publik. Dia menemukan kandungan hemoglobin (darah merah) dari babi sebagai salah satu bahan untuk filter rokok. Fakta mencengangkan ini diungkapkan peneliti dari Eindhoven, Belanda, Christien Meindertsma, dan lalu didukung oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman.

Larangan Keras Merokok di Tempat Umum

Larangan Keras Merokok di Tempat Umum

Hemoglobin atau protein darah babi, ternyata digunakan untuk membuat filter rokok agar lebih efektif untuk menangkap bahan kimia berbahaya, sebelum masuk paru-paru seorang perokok. Menurut Chapman, industri rokok dunia memang kerap merahasiakan bahan-bahan yang mereka gunakan.

“Menurut mereka, ini adalah bisnis dan rahasia dagang kami,” kata Chapman. Prof Chapman mengatakan penelitian ini memberitahu dunia tentang rahasia pembuatan rokok, dan untuk meningkatkan kepedulian terhadap umat Muslim dan Yahudi yang taat, karena babi sangat diharamkan bagi kedua agama tersebut.

“Masyarakat Yahudi dan Muslim pasti akan menanggapi hal ini dengan sangat serius, dan juga para vegetarian,” pungkas Chapman.  Sekarang penemuan tersebut menjadi bahan diskusi serius para ulama Islam dan para agamawan Yahudi di berbagai negara.

Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) membantah informasi filter rokok yang beredar di Indonesia mengandung darah babi.

“Kami justru melihat bahwa yang membuat statement itu yang ngawur dan cenderung fitnah karena tanpa melalui sebuah penelitian terlebih dahulu,” kata Sekjen Gappri Hasan Oani Azis saat diwawancarai wartawan di Jakarta, hari ini.

Ia menjelaskan, kabar itu adalah isu lama yang dihembuskan kembali oleh segelintir orang yang melakukan kesalahan kutip secara tidak sengaja. Isu itu pernah heboh pada 2010 dan dibantah Lembaga Penelitian Pengkajian Obat dan Makan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“MUI melalui lembaga risetnya kan sudah merilis hasil penelitian mereka bahwa tudingan itu tidak benar, sekarang muncul lagi, ada apa sebenarnya,” ujarnya. Sebagaimana diberitakan, Ketua Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT) Hakim Sorimuda membuat pernyataan yang mengejutkan, filter rokok yang beredar di Indonesia mengandung darah babi. Pernyataan itu dikemukakan Hakim mengutip pernyataan seoarang profesor kesehatan masyarakat salah satu perguruan tinggi Australia, Simon Chapman, yang merujuk dari hasil riset peneliti Belanda Christien Meindertsma.

 

( Sumber )

 

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: FeaturedRuang Berita Terkini

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook