Borneo Adventure
Barcode Scanner

Omg! Hanya Demi Cari Pacar, Enam Perempuan Rela Berpose Telanjang

Enam wanita Jepang yang berada di Kagoshima, Nagasaki dan perfektur Shizuoka, Saitama serta Tokyo, telah ditangkap polisi karena berpose telanjang di situs mencari pacar (deai-kei) yang dikelola  perusahaan Yournet di Shibuya Tokyo. Perusahaan itu pun digerebek polisi Juli lalu.

“Kami telah menangkap enam wanita yang telanjang di situs cari pacar tersebut,” papar polisi Jepang siang tadi (24/10/2013).

Taeko Yoshida (53), salah satu wanita yang ditangkap Rabu (23/10/2013) karena telanjang bulat di situs cari pacar di Jepang.

Taeko Yoshida (53), salah satu wanita yang ditangkap Rabu (23/10/2013) karena telanjang bulat di situs cari pacar di Jepang.

Para wanita yang ditangkap itu, menurutnya membuat film dirinya sendiri telanjang bulat lalu di upload ke situs tersebut. Apabila ada yang ingin melihatnya maka yang mau melihat harus membeli poin (angka). Yang bisa melakukan hal tersebut hanya anggota situs cari pacar tersebut yang kini berjumlah 1,56 juta orang.

Untuk menjadi anggota harus membayar 1000 yen dan mendapat 100 poin. Apabila mengirimkan email kepada seorang wanita maka 5 poin terpakai. Maka sang wanita yang mengupload film yang diakses itu dapat 5 poin atau sama dengan 50 yen.

Dengan jumlah anggota 1,56 juta, katakanlah 10 persen saja, berarti 150 ribu orang mengakses film yang di upload tersebeut berarti sang wanita mendapat 50 x 150.000 atau mendapat 7,5 juta yen. Itulah sebabnya sang wanita yang mengunggah film cabulnya itu bisa cepat kaya.

“Saya senang sekali meng-upload film telanjang saya karena bisa cepat dapat banyak uang,” papar Taeko Yoshida (53) salah seorang wanita yang ditangkap polisi Jepang itu.

Dia menyatakan tidak tahu kalau hal tersebut tidak boleh dilakukan, “Saya kira boleh dilakukan,” paparnya lagi.

Selain Yoshida yang sudah 50-an ada pula wanita 20-an yang juga meng-upload film dirinya telanjang bulat di situs tersebut yang sampai detik ini masih terbuka untuk umum, walaupun perusahaan pengelolanya digerebek polisi Juli 2013.

Perundangan di Jepang melarang penampilan alat kelamin tanpa disensor. Termasuk penayangan apa pun di internet situs cari pacar mana pun di Jepang demikian.

Tetapi apabila bagian kelamin disensor sendiri oleh pengelola operator situs tersebut, maka sang operator tidaklah bersalah. Hal tersebut tampaknya tidak terkontrol oleh sang operator karena jumlah anggota yang sangat banyak tersebut melakukan aktivitas internet sangat banyak per harinya.

“Atau bisa juga disengaja operator agar dapat banyak uang masuk dari membernya,” tambah polisi itu lagi.

Alasan upload film cabul oleh para wanita tersebut beraneka ragam, antara lain untuk membiayai hidupnya dan hidup anaknya yang masih kecil serta membutuhkan banyak biaya untuk sekolahnya.

Kegiatan semacam ini biasanya dengan latar belakang Yakuza ikut menjalankannya. Tinggal polisi mencari kaitan dan bukti hal tersebut secara hukum. Apabila bukti ditemukan secara hukum maka semua usaha dapat ditutup segera karena terbukti ikut jaringan kejahatan di Jepang.

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: FeaturedRuang Berita Terkini

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook