Borneo Adventure
Barcode Scanner

Buset, Berpose Seksi, Pelajar Bawah Umur di Jepang Bisa Dapat Rp 11,4 Juta

Pelajar wanita Jepang dalam sebulan dengan mudah bisa dapat uang 100 ribu yen atau sekitar Rp 11,4 juta (kurs Rp 114 per yen) hanya dengan berfoto pakai pakaian seksi, transparan, dan porno di sebuah studio  berlokasi di Ikebukuro Tokyo yang dikelola oleh Takashi watanabe (33).  Para pelajar SMA itu mulai usia 16 sebanyak 8 orang, dan 6 orang lulusan SMA.

baju yg disediakan2.......

Ini adalah studio tempat pemotretan gadis – gadis

baju yg disediakanbaju yg disediakan2

dan ini adalah baju yang sudah dipersiapkan di studio foto tersebut

baju yg disediakan2....

 

Watanabe yang membuat studio foto pelajar (JK Satsuei-kai) tersebut Jumat (29/11/2013) lalu akhirnya ditangkap polisi Tokyo karena mempekerjakan pelajar di bawah umur dan terkait seks karena berpose porno. Demikian ungkap sumber Tribunnews.com, Senin(2/12/2013).

“Penangkapan tersebut sebelumnya sudah ditelusuri dulu, baru minggu lalu kami tangkap karena jelas-jelas melanggar aturan hukum yang ada,” ungkap sumber itu lagi.

Watanabe sendiri mengakui tidak mengerti hukum, “Saya kira kalau tidak bersentuhan dan tidak membuat wanita itu bekerja dengan cara paksa, saya kira tak apa-apa, hanya bersantai saja kan?”  paparnya.

Pelajar perempuan tersebut dalam sebulan bisa menghasilkan 100 ribu yen kalau rajin mau difoto dengan bebas. Misalnya difoto sambil mengangkang sehingga kelihatan jelas celana dalamnya. Atau di foto pakai baju transparan dan tanpa bra sehingga kelihatan payudaranya. Semua itu di dalam satu kamar studio yang dibatasi kain gorden/tirai satu sama lain.

baju yg disediakan2..

Sementara Watanabe berpenghasilan sebulan bisa 700.000 yen dari usahanya tersebut. Saat ini pihak kepolisian Jepang memang sedang aktif keliling daerah-daerah seperti Akihabara dan Ikebukuro, keduanya di Tokyo karena mulai bermunculan studio mini JK Satsuei-kai seperti tersebut yang memperkenankan seorang tamu memotret wanita yang dipilihnya, diminta menggunakan pakaian yang diinginkan, termasuk transparan sehingga tampak seperti telanjang, tetapi pantangannya satu, tidak boleh menyentuh wanita tersebut. Para wanita umumnya pelajar SMA di Jepang. Uang diperoleh biasanya untuk shopping berbelanja merk barang terkenal, guna diperlihatkan (mejeng) kepada teman-temannya.

Bisnis demikian biasanya juga ada pemicunya dan backing di belakang layar untuk mendapatkan bagian dari keuntungan yaitu para anggota mafia – Yakuza di Jepang.

Artikel Menarik Lain:

Filed Under: FeaturedRuang Berita Terkini

Tags:

Toko Barcode

Comment using your Facebook